Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Berbasis Inovasi dan Sinergi, Kepala Desa Cintaratu Ciamis Cetak Prestasi Nol Stunting

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:13 WIB

Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, mencatatkan capaian luar biasa dalam penanganan stunting. Dalam kurun waktu dua tahun, desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar itu sukses menurunkan angka stunting dari 31 kasus menjadi nol.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, mencatatkan capaian luar biasa dalam penanganan stunting. Dalam kurun waktu dua tahun, desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar itu sukses menurunkan angka stunting dari 31 kasus menjadi nol.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Kepala Desa Cintaratu, Ahmad Musadad, yang konsisten mengedepankan intervensi tepat sasaran berbasis masyarakat.

Saat awal masa kepemimpinannya, Ahmad Musadad menghadapi fakta bahwa puluhan balita usia satu hingga lima tahun di desanya mengalami stunting, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi. Pemerintah desa langsung bergerak cepat dengan mengalokasikan anggaran desa secara fokus serta memaksimalkan dukungan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat.

Langkah utama yang dilakukan adalah memperkuat intervensi gizi spesifik melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini tidak dijalankan secara umum, melainkan diformulasikan khusus berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan dan ahli gizi.

“Kami bekerja sama dengan pendamping desa dan kader, bikin PMT khusus. Yang stunting kita kasih belut yang diperkaya daun kelor,” ujar Ahmad Musadad, Selasa (13/1/2026).

PMT dengan kandungan protein dan nutrisi tinggi tersebut terbukti efektif mempercepat perbaikan status gizi balita. Namun, keberhasilan Desa Cintaratu tidak berhenti pada aspek makanan tambahan semata. Fondasi utama justru terletak pada penguatan layanan kesehatan di tingkat dasar.

Pemerintah desa membentuk enam Posyandu dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang lengkap. Posyandu ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan sektor pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketertiban dan perlindungan masyarakat (Tantibum Linmas). Sebanyak 90 kader posyandu yang telah terlatih menjadi ujung tombak pelayanan bagi 40 Rukun Tetangga (RT) di Desa Cintaratu.

Inovasi digital turut memperkuat upaya tersebut. Para kader posyandu dibawah kepemimpinan Ahmad Musadad mengembangkan Sistem Informasi Bebas Stunting (Sibesti), sebuah platform pencatatan dan pemantauan data secara real-time. Sistem ini mencakup pendataan calon pengantin, ibu hamil, balita, hingga ibu menyusui sebagai bagian dari pencegahan berjenjang.

“Untuk penanganan stunting dari mulai pencegahan dilakukan sejak ke Calon Pengantin, Ibu Hamil, Balita, Ibu Menyusui,” kata Iin Inayati, Kader Posyandu Nusa Indah 1.

Model Posyandu SPM Desa Cintaratu yang berdiri dibangunan khusus kini menjadi rujukan bagi desa-desa lain di berbagai daerah. Sinergi antara kepemimpinan desa, dedikasi kader, partisipasi warga, dukungan anggaran, serta pemanfaatan teknologi terbukti mampu menuntaskan persoalan stunting.

Meski telah mencapai nol kasus, Ahmad Musadad menegaskan upaya pencegahan tetap menjadi prioritas.

“Prestasi nol stunting ini bukan akhir perjalanan. Pencegahan harus terus dilakukan agar tidak ada lagi anak-anak Desa Cintaratu yang tertinggal pertumbuhannya,” tegasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement