Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Longsor di Sindangkasih Ciamis, Lansia Tewas Tertimbun Material

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:20 WIB

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ciamis memicu terjadinya longsor di Kecamatan Sindangkasih. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Gunung Bangka Dua, Desa Sukamanah, pada Selasa (3/2/2026) dini hari, dan mengakibatkan seorang warga lanjut usia meninggal dunia.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ciamis memicu terjadinya longsor di Kecamatan Sindangkasih. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Gunung Bangka Dua, Desa Sukamanah, pada Selasa (3/2/2026) dini hari, dan mengakibatkan seorang warga lanjut usia meninggal dunia.

Longsor terjadi setelah tebing setinggi sekitar lima meter runtuh dan menerjang permukiman warga. Material tanah dan reruntuhan bangunan menimpa rumah warga yang berada tepat di bawah tebing.

Korban diketahui bernama Ikah (73), pemilik rumah yang terdampak langsung oleh longsoran. Material tanah menjebol dinding kamar korban dan menimbun sebagian bangunan, sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Berdasarkan informasi di lapangan, hujan lebat telah mengguyur wilayah Sindangkasih sejak Senin sore. Tingginya intensitas hujan menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Selain itu, kolam ikan yang berada di atas tebing turut ambrol dan memicu longsoran yang menghantam rumah warga di bawahnya.

Seorang saksi sekaligus anggota keluarga korban, Rudiana (45), mengungkapkan kepanikan saat peristiwa terjadi. Ia mengira suara gemuruh yang terdengar berasal dari gempa bumi.

“Kejadiannya tengah malam tadi sekira pukul 12.00 WIB saat saya dan keluarga sedang berkumpul di rumah. Saat itu semua panik dan menyelamatkan diri,” ujar Rudiana.

Rudiana menjelaskan, enam anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri meski beberapa di antaranya mengalami luka ringan. Namun, mertuanya masih berada di dalam kamar saat longsor terjadi.

“Meski saya dan lima keluarga selamat dengan kondisi ada yang luka ringan, mertua saya masih di dalam kamar dan ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor dan tembok bangunan yang jebol,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut longsor diduga dipicu oleh kondisi kontur tanah yang labil dan tidak mampu menahan debit air hujan.

“Bencana longsor ini diduga akibat kontur tanah yang labil tidak bisa menahan debit air setelah diguyur hujan deras. Satu rumah tertimbun dan dua rumah lainnya terdampak,” kata Ani.

“Akibat peristiwa ini dilaporkan satu orang lansia bernama Ikah (73) meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, dan almarhum sudah dikebumikan pada pagi tadi,” tambahnya.

Ani juga menegaskan bahwa lokasi tersebut tidak boleh lagi digunakan sebagai kolam ikan karena berpotensi memicu longsor.

“Tidak boleh ada kolam di lokasi tersebut. Jika ingin beternak ikan bisa menggunakan sistem lain, di antaranya bioplok. Jadi sama sekali tidak boleh ada kolam di sini,” tegas Ani.

Menurut Ani, pemerintah desa bersama aparat kewilayahan sebenarnya telah melakukan sosialisasi terkait potensi bencana longsor. Namun, keterbatasan solusi alternatif membuat warga masih memanfaatkan area tersebut.

“Sosialisasi telah dilaksanakan oleh kepala desa dan para kepala dusun. Tapi mungkin karena belum ada solusi, nanti pemerintah akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk segera memberikan solusi terbaik, seperti bantuan bioplok,” ujarnya.

Hingga siang hari, material longsor masih menimbun sebagian rumah korban. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta warga setempat melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor dan mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di bawah tebing dan di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah Ciamis. Warga juga diminta segera melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah kepada aparat setempat guna mencegah terjadinya korban jiwa. 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement