TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Nasib tragis menimpa Asep Gumilar Bima Samsudin (11), seorang pelajar kelas 5 SD asal Kampung Sukahaji, Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Korban meninggal setelah tertabrak Kereta Api (KA) Argo Wilis di kawasan Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (3/4/2026) siang.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekira pukul 10.10 WIB. Saat itu, korban bersama tiga orang temannya sedang berjalan kaki menyusuri jalur rel kereta api. Berdasarkan keterangan keluarga, mereka berencana menuju rumah nenek korban yang berada di Pasar Ikan, Cisayong, untuk bersilaturahmi.
Paman korban, Deri, menuturkan bahwa keponakannya biasanya menggunakan angkutan umum jika ingin berkunjung ke rumah neneknya. Namun, pada hari kejadian, korban memilih berjalan kaki bersama rekan-rekannya melewati jalur kereta.
"Biasanya naik angkot, suka minta uang ke mamahnya. Tapi tidak tahu kenapa sekarang malah jalan kaki sama teman-temannya melewati jalan kereta," ujar Deri saat ditemui di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Saat rombongan anak-anak tersebut melintasi sebuah jembatan kereta di wilayah Cidahu, muncul KA Argo Wilis yang melaju dari arah Bandung menuju Surabaya. Ketiga teman korban berhasil menyelamatkan diri dan melewati jembatan tepat waktu.
Sayangnya, korban yang berada di posisi paling belakang tertinggal dan tidak sempat menghindar. Akibatnya, benturan keras tidak terhindarkan yang menyebabkan korban mengalami luka serius, terutama di bagian kepala.
Evakuasi oleh Teman Sepermainan
Hal yang mengharukan sekaligus tragis terjadi sesaat setelah kecelakaan. Melihat rekannya terkapar, teman-teman korban yang masih anak-anak berusaha menggendong dan mengevakuasi tubuh korban ke arah warga sekitar yang sedang mencari rumput.
"Korban digendong dan dievakuasi sendiri oleh teman-temannya. Saat dibawa ke warga, kondisinya sudah meninggal dunia," tambah Deri.
Tak lama setelah kejadian, petugas dari Polsek Cisayong bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota tiba di lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Soekardjo untuk dilakukan tindakan medis pada luka di bagian kepala. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah akan segera diserahkan kepada pihak keluarga di Sukahaji untuk dimakamkan.