TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, resmi melantik jajaran kepengurusan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) masa bakti 2025-2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Setda Bale Kota Tasikmalaya pada Rabu (31/12/2025) pagi.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Diky Candra, Sekretaris Daerah Asep Goparulloh, Sekretaris beserta anggota Komisi IV DPRD, Kepala Disporabudpar, Ketua MUI, serta mantan Ketua DKKT periode sebelumnya, Bode Riswandi.
Struktur Kepengurusan Baru
Dalam masa bakti lima tahun ke depan, DKKT akan dinakhodai oleh Tatang Supriatna Sumpena atau yang akrab disapa Tatang Pahat. Ia didampingi oleh struktur inti sebagai berikut:
* Wakil Ketua 1: Andi Jaelani
* Wakil Ketua 2: Eri Kustiaman
* Sekretaris: Teguh
* Bendahara: Deni Suarghany
Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Ia menilai momen ini sebagai simbol soliditas insan seni dan budaya di Kota Tasikmalaya.
"Tentunya pelantikan ini perjuangan yang luar biasa, kedepannya ini menunjukkan sudah solid kebudayaan dan kesenian di Kota Tasikmalaya," kata Viman kepada wartawan.
Viman menekankan pentingnya sinergi antara DKKT dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. Saat ini, pemerintah tengah menggodok evolusi Perda Kebudayaan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini diperkuat dengan disahkannya Perda Kepemudaan satu hari sebelum pelantikan DKKT.
"Alhamdulillah Perda kepemudaan juga sudah disahkan sehari sebelumnya. Dkkt ini payung hukumnya bisa di kepemudaan bisa juga di kebudayaan, bahkan di UMKM juga. Karena misinya ke depan adalah bagaimana identitas Kota Tasikmalaya ini muncul minimal di Priangan Timur bahkan Jawa Barat dan Indonesia," ungkapnya.
Ketua DKKT terpilih, Tatang Pahat, menjelaskan perihal perubahan nama organisasi yang kini mencakup aspek kebudayaan, setelah sebelumnya hanya berfokus pada kesenian sejak tahun 2015.
"Ya memang itu rada alot, karena memang DKKT dari 2015 dewan kesenian, terus 2015-2020. tiba-tiba di tahun 17 kan muncul Undang-Undang Nomor 5 tentang kebudayaan, tapi kita masih di dewan kesenian pada saat itu," ujar Tatang.
Ia menambahkan bahwa potensi pegiat budaya di Kota Tasikmalaya sangat besar sehingga perlu diwadahi secara resmi. "Dari 2020-2025 kita melihat perkembangan kebudayaan, ternyata memang penggiatan kebudayaan itu kan luar biasa di kota tasik, saya melihat potensi bagus, terus bagaimana caranya teman teman dipenggiat kebudayaan pun itu bisa masuk atau bisa bersinergi," sambungnya.
Untuk mengoptimalkan kinerja, DKKT kini membagi komposisi organisasi menjadi tujuh komite strategis yang mencakup berbagai rumpun seni dan budaya.
"Dewan kesenian itu kan rumpun, ada rumpun sastra dan lain-lain, kalau sekarang dipersempit jadi komite, jadi tujuh komite, disitu ada sastra, musik, tari, teater, seni rupa, terus satu lagi ada perfilman, fotografi, satu lagi di budaya," jelas Tatang.
Tatang menegaskan komitmennya untuk membawa DKKT sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah melalui sektor kreatif.
"Karena memang apapun alasannya, ketika berbicara dkkt ini kan perpanjangan tangan pemerintah, artinya kita membantu pemerintah," tegasnya.
Menatap tahun 2026, DKKT berencana tetap menjalankan program-program yang sudah ada sembari merancang inovasi baru, terutama untuk mengakomodasi bidang kebudayaan yang baru saja resmi bergabung secara nomenklatur.
"Terus yang lebih jelas ini kan ada warga baru yang namanya budaya, apapun alasannta warga itu harus terakomodir, supaya itu jadi bagian," pungkasnya.