Ikuti Kami :

Disarankan:

Viral! Warga Pingsan saat Musrenbang, Dibawa ke RS Pakai Pikap karena Ambulans Puskesmas Tak Bisa Dipinjam

Kamis, 25 September 2025 | 19:11 WIB
Viral! Warga Pingsan saat Musrenbang, Dibawa ke RS Pakai Pikap karena Ambulans Puskesmas Tak Bisa Dipinjam
Viral! Warga Pingsan saat Musrenbang, Dibawa ke RS Pakai Pikap karena Ambulans Puskesmas Tak Bisa Dipinjam.

Sebuah video dan kesaksian warga Desa Neglasari, Kota Banjar, viral di media sosial. Seorang warga bernama Dede (65) mendadak pingsan dan mengalami kejang-kejang saat mengikuti Musrenbang desa, Kamis (25/9/2025).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Sebuah video dan kesaksian warga Desa Neglasari, Kota Banjar, viral di media sosial. Seorang warga bernama Dede (65) mendadak pingsan dan mengalami kejang-kejang saat mengikuti Musrenbang desa, Kamis (25/9/2025). Ironisnya, Dede terpaksa dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil pikap milik warga karena ambulans Puskesmas Banjar II Situbatu disebut tidak bisa dipinjam.

Kepala Desa Neglasari, Setiaman, mengaku geram dengan pelayanan puskesmas yang dinilai tidak tanggap dalam kondisi darurat.

“Staf saya lapor, sopir ambulansnya gak ada. Kami tawarkan Bhabinkamtibmas jadi sopir pengganti, tapi kepala puskesmas tetap gak kasih izin. Katanya harus sesuai SOP,” ujar Setiaman kepada wartawan.

Karena tak mendapat bantuan, pihak desa akhirnya mencari kendaraan alternatif. Dede pun dibawa ke IGD RSUD Kota Banjar dengan mobil pikap warga dalam kondisi tergeletak dan kejang-kejang. Sesampainya di rumah sakit, ia langsung mendapat perawatan intensif di ruang ICU karena tensinya mencapai 200.

“Saya harap ini jadi evaluasi. Jangan sampai SOP mengalahkan nyawa manusia. Kalau darurat, harusnya langsung ditolong dulu,” tegas Setiaman.

Menanggapi polemik ini, Kepala Puskesmas Banjar II, dr Devi Utari, menjelaskan bahwa penggunaan ambulans memang harus mengikuti prosedur. Status kedaruratan pasien, kata dia, harus ditentukan oleh tenaga medis, bukan pihak desa.

“Ambulans gak bisa dipinjam begitu saja. Kita harus periksa dulu kondisi pasiennya, baru bisa dirujuk,” kata dr Devi.

Ia juga menyebut tidak mengenal Bhabinkamtibmas Desa Neglasari yang baru, sehingga mempertanyakan identitas serta urgensi permintaan ambulans.

“Yang saya tahu Bhabinkamtibmas sebelumnya. Ini yang baru, tiba-tiba mau pinjam ambulans. Sopir kami sedang tugas ke Banjar, dan SOP kami tidak mengizinkan orang luar menyetir ambulans,” jelasnya.

Dr Devi mengaku sudah mengirim perawat untuk memeriksa kondisi pasien di desa. Namun, menurutnya, petugas justru diminta pulang oleh kepala desa.

“Kami heran, kenapa kegiatan desa tidak melibatkan tim medis. Kalau ada kejadian seperti ini, kan bisa langsung ditangani,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement