Ikuti Kami :

Disarankan:

Warek 2 Unsil: Penyebab Ambruknya Gazebo Masih Dalam Kajian

Senin, 17 November 2025 | 14:49 WIB
Warek 2 Unsil: Penyebab Ambruknya Gazebo Masih Dalam Kajian
Warek 2 Unsil: Penyebab Ambruknya Gazebo Masih Dalam Kajian.

Pihak Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menyatakan bahwa penyebab ambruknya gazebo di lingkungan kampus pada Minggu (16/11/2025) masih dalam proses kajian teknis.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Pihak Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menyatakan bahwa penyebab ambruknya gazebo di lingkungan kampus pada Minggu (16/11/2025) masih dalam proses kajian teknis.

Wakil Rektor 2 Unsil, Dr. H. Gumilar Mulya, menegaskan bahwa kampus belum dapat menyimpulkan faktor penyebab sebelum hasil pemeriksaan konstruksi selesai.

Gazebo yang berada di depan Gedung Pascasarjana itu roboh sekira pukul 12.55 WIB. Konstruksi atap baja ringan yang dilapisi genteng tanah liat runtuh dan menimpa mahasiswa yang sedang berada di bawahnya. Insiden tersebut terekam CCTV kampus dan menunjukkan sejumlah mahasiswa sempat berlarian menyelamatkan diri dan membantu evakuasi korban.

Sebanyak 17 mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga berat. Hampir seluruh korban telah dipulangkan setelah menjalani perawatan di klinik kampus dan rumah sakit.

“Yang dirawat di klinik dan di TMC sudah dipulangkan,” ujar Gumilar.

Satu mahasiswa masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soekardjo dan memerlukan tindakan medis lanjutan.

Gumilar menyampaikan bahwa gazebo tersebut dibangun pada 2019, sebelum dirinya menjabat sebagai Warek 2 pada 2022. Selama ini, bangunan tidak menunjukkan tanda fisik kerusakan dan rutin dipakai mahasiswa setiap hari.

Ia mengakui ada informasi mengenai retakan yang muncul beberapa menit sebelum kejadian, namun tidak disampaikan secara resmi kepada pengelola sarana.

“Tidak ada laporan sebelumnya. Katanya, sekitar 15 menit sebelum ambruk muncul retakan, tapi tidak segera dilaporkan karena kondisi kampus sedang libur,” jelasnya.

Sebagai penanggung jawab sarana dan prasarana, Gumilar menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi. Penentuan penyebab ambruknya gazebo sepenuhnya menunggu kajian ahli yang saat ini sedang dilakukan.

“Mengenai konstruksi harus ditanyakan ke PPK Unsil. Kami masih menunggu hasil pengkajian dari para ahli untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Secara umum bangunannya dinilai bagus, sehingga sebelumnya tidak ada rencana renovasi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi momentum evaluasi kampus untuk memeriksa kembali seluruh bangunan yang menggunakan rangka baja ringan.

Unsil memiliki anggaran pemeliharaan bangunan, namun proses perbaikan sangat bergantung pada laporan dari unit dan fakultas masing-masing. Jika indikasi kerusakan tidak dilaporkan, tindakan pencegahan tidak dapat dilakukan.

“Semua fasilitas kampus rutin diperiksa melalui staf pengelola di setiap unit. Kalau dari awal ada laporan retakan, tentu kami larang untuk digunakan,” ucap Gumilar.

Universitas memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung oleh pihak kampus.

“Sebanyak 17 mahasiswa sudah pulang, kecuali satu yang masih dirawat. Kami terus memantau kondisinya,” kata Gumilar.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement