TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Penetapan pengusaha tambang pasir asal Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, berinisial EAM atau yang dikenal dengan sebutan Bos Juta, sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat dalam kasus tambang pasir ilegal di kawasan kaki Gunung Galunggung mengejutkan banyak pihak.
Berkas perkara kasus tersebut kini telah dinyatakan lengkap atau P21, dan penyidik sudah melimpahkannya ke pihak kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kabar ini sontak membuat para sahabat dan orang terdekat Bos Juta kaget serta sulit mempercayainya, mengingat sosok EAM dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan peduli terhadap masyarakat sekitar.
“Kami sebagai teman, sahabat, sudah dianggap sebagai keluarga juga, melihat di sosmed bikin kita kaget dan tidak percaya yang terjadi,” ujar salah seorang sahabat EAM, H. Iman Hidayat, saat ditemui di wilayah Kecamatan Tawang bersama beberapa sahabat lainnya, Jumat (24/10/2025) siang.
Iman menuturkan, EAM selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk pembangunan masjid dan pondok pesantren.
“Kita rasakan sebagai masyarakat adanya pembangunan jalan tol dari Bandung dan Jakarta itu pasir Galunggung, masyarakat pasti mengerti ada dari hasil pasir Galunggung itu rumah, bangunan, kalau tidak ada pasir tidak akan berdiri seperti sekarang,” ucapnya.
Menurutnya, usaha tambang yang dijalankan EAM telah beroperasi sejak lama dengan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
“Perasaan saya, Pak Haji itu sudah bertahun-tahun lamanya usaha, pasti legal pun ditempuh,” katanya.
Meski demikian, Iman berharap agar proses hukum terhadap sahabatnya berjalan adil dan persoalan ini segera menemukan titik terang.
“Tetap semangat buat Pak Haji, semoga masalah cepat selesai, apa yang disangkakan pihak berwajib tidak terbukti sehingga Pak Haji bisa berkumpul kembali seperti biasanya,” tandasnya.
Sementara itu, Asep Ridwan, salah seorang sopir truk yang bekerja di tambang pasir milik EAM, juga mengungkapkan hal serupa.
“Pastinya membuka lapangan pekerjaan buat kami, untuk saat ini kami juga bingung kerja gimana,” ujar Asep.
Ia menambahkan, EAM sering membantu warga melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari membangun rumah warga tidak mampu hingga rutin menyalurkan sembako.
“Perbaikan jalan juga sering dilakukan, baksos mulai dari sembako setiap Jumatnya selalu disalurkan, setiap salat di masjid selalu disiapkan makanan, kebaikannya sangat dirasakan bagi kami pekerja maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
Senada, Burhan (51), warga Kecamatan Sukaratu, juga mengakui kepedulian EAM terhadap lingkungan sekitarnya.
“Siapa yang tak kenal H Endang Juta. Semua orang pada tahu, dia orang yang banyak duit dan habis-habis selama ini. Beliau suka berbagi, baik itu ke masyarakat di sekitar maupun masyarakat di luar. Saya juga kaget mendengar berita itu,” pungkas Burhan.