Ikuti Kami :

Disarankan:

Warna Merah Putih di Tepi Jalan, Harapan Pedagang Bendera Musiman di Ciamis Sambut Kemerdekaan

Minggu, 27 Juli 2025 | 15:36 WIB
Watermark
Warna Merah Putih di Tepi Jalan, Harapan Pedagang Bendera Musiman di Ciamis Sambut Kemerdekaan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian L.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, warna merah putih mulai mendominasi sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Ciamis. Bukan dari kibaran bendera resmi instansi, tapi dari lapak-lapak sederhana milik pedagang musiman yang setiap tahun setia hadir menyemarakkan suasana kemerdekaan.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, warna merah putih mulai mendominasi sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Ciamis. Bukan dari kibaran bendera resmi instansi, tapi dari lapak-lapak sederhana milik pedagang musiman yang setiap tahun setia hadir menyemarakkan suasana kemerdekaan.

Di Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri, tepat di depan kantor PDAM Ciamis, hamparan bendera dan pernak-pernik kemerdekaan terlihat mencolok di tengah lalu-lalang kendaraan. Di balik deretan warna cerah itu, berdiri Umar (50), seorang pedagang asal Garut yang setiap tahun mengadu nasib dari kota ke kota.

“Saya ambil barang dari juragan di Leles, Garut. Di sana kampungnya memang sudah dikenal sebagai sentra produksi bendera,” ujar Umar saat ditemui pada Minggu (27/7/2025).

Umar bukan wajah baru di Ciamis. Tahun ini menjadi kali keempat ia dan rekan-rekannya menggelar dagangan di kota ini. Dengan tangan cekatan, ia menyusun umbul-umbul, bendera kecil, hingga background dekoratif untuk rumah dan kantor, berharap menarik perhatian warga yang melintas.

Harganya bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung ukuran dan jenisnya. Meski sistemnya tak sepenuhnya berisiko, yakni yang laku saja yang dibayar, jika tidak laku bisa dikembalikan, tetapi tetap saja pendapatan tak selalu bisa diandalkan.

Sudah dua hari Umar menggelar lapak di lokasi itu. Namun, pembeli yang datang masih bisa dihitung dengan jari. Menurutnya, daya beli masyarakat kini tergerus oleh tren belanja daring atau online yang kian menggeser pasar tradisional.

“Semenjak ada online, penghasilan menurun. Tapi Alhamdulillah masih ada yang laku,” katanya, dengan nada yang tetap terdengar bersyukur.

Di balik tumpukan bendera yang tertata rapi, tersimpan harapan besar. Umar menggantungkan penghasilannya dari usaha musiman ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Lebih dari sekadar berdagang, ia menjadi bagian dari denyut perayaan kemerdekaan di ruang-ruang publik.

“Mudah-mudahan ke depan penjualan bendera makin bagus, lebih ramai dan meriah lagi untuk menyambut kemerdekaan,” harapnya.

Kehadiran para pedagang seperti Umar menjadi warna tersendiri dalam perayaan Hari Kemerdekaan. Di antara gegap gempita lomba dan upacara, mereka adalah wajah lain dari semangat 17 Agustus, yang tak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga mengibarkan harapan akan hari-hari yang lebih baik.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement