Ikuti Kami :

Disarankan:

BPBD Kota Tasikmalaya Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Antisipasi Dampak El Nino

Sabtu, 18 April 2026 | 11:35 WIB
Watermark
BPBD Kota Tasikmalaya Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Antisipasi Dampak El Nino. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada pertengahan tahun 2026.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada pertengahan tahun 2026.

Fenomena yang kerap disebut El Nino kuat ini berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah, khususnya daerah yang selama ini masuk kategori rawan kekurangan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, mengungkapkan bahwa periode musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang, yakni mulai Mei hingga Oktober 2026.

“Periode kemarau diperkirakan cukup panjang, dari Mei hingga Oktober 2026,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Berdasarkan data sebelumnya, sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya masuk kategori rawan kekeringan. Di Kecamatan Kawalu, terdapat Kelurahan Leuwiliang dan Urug dengan enam titik rawan. Sementara di Kecamatan Purbaratu, terdapat enam titik di Kelurahan Singkup dan Sukajaya.

Selain itu, Kecamatan Tamansari, khususnya Kelurahan Mugarsari dan Setiawargi, juga memiliki enam titik rawan. Adapun di Kecamatan Tawang, tepatnya di Kelurahan Kahuripan, terdapat satu titik rawan, serta di Kecamatan Cipedes (Kelurahan Sukamanah) dan Kecamatan Cibeureum (Kelurahan Margabakti) masing-masing satu titik rawan kekeringan.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD bersama sejumlah dinas terkait telah menyiapkan armada distribusi air bersih.

“Kami sudah menyiagakan mobil tangki air, dua unit di BPBD, satu di Dinas Sosial, dan satu di Dinas Lingkungan Hidup,” jelas Hanafi.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan tersebut didasarkan pada data wilayah terdampak kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya, yang dijadikan acuan dalam menentukan prioritas distribusi air bersih.

“Kami memiliki database wilayah yang mengalami kekurangan air. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan wilayah prioritas saat penyaluran bantuan,” katanya.

Hanafi juga mengimbau masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan sejak dini, terutama dalam penggunaan air bersih secara bijak.

“Penghematan air dan kesiapan sumber cadangan menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi dampak kekeringan. Kami juga terus memperkuat koordinasi lintas dinas agar distribusi bantuan berjalan optimal,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement