Ikuti Kami :

Disarankan:

Bupati Garut Lirik Model Industri Tembakau Kudus untuk Dorong Kesejahteraan Petani

Sabtu, 26 Juli 2025 | 08:00 WIB
Bupati Garut Lirik Model Industri Tembakau Kudus untuk Dorong Kesejahteraan Petani
Bupati Garut Lirik Model Industri Tembakau Kudus untuk Dorong Kesejahteraan Petani. Foto: Diskominfo Garut

Pemerintah Kabupaten Garut terus mencari terobosan dalam meningkatkan sektor pertanian, khususnya industri tembakau. Salah satu langkah strategisnya yakni melakukan studi banding ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang dikenal berhasil mengembangkan kawasan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT).

GARUT, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kabupaten Garut terus mencari terobosan dalam meningkatkan sektor pertanian, khususnya industri tembakau. Salah satu langkah strategisnya yakni melakukan studi banding ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang dikenal berhasil mengembangkan kawasan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT).

Studi banding tersebut dilaksanakan pada Jumat (25/7/2025), di kawasan APHT yang berlokasi di Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, memimpin langsung rombongan Pemkab Garut yang diterima oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton.

“Kami datang untuk belajar langsung dari Kudus, bagaimana tata kelola industri tembakaunya. Kami melihat ini sebagai peluang yang bisa kami adaptasi di Garut,” ujar Bupati Syakur saat diwawancarai usai kunjungan.

Ia menilai, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam membina industri hasil tembakau patut menjadi contoh. Apalagi, Garut juga memiliki potensi besar di sektor pertanian tembakau. Dengan meniru pendekatan Kudus, ia optimistis petani di Garut bisa lebih sejahtera.

“Langkah ini bukan hanya soal industri, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan para petani tembakau yang selama ini masih berjuang sendiri tanpa dukungan ekosistem industri yang kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kerja tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberadaan APHT telah terbukti memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial.

“APHT ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) khususnya hasil tembakau. Selain meningkatkan produksi legal, kawasan ini juga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran,” jelas Bellinda.

Ia berharap Pemkab Garut bisa menerapkan model serupa yang disesuaikan dengan karakteristik lokal. Dengan demikian, kolaborasi antar daerah bisa membawa kemajuan bersama, khususnya dalam industri hasil tembakau yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi rakyat.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Garut dalam menciptakan sistem industri tembakau yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement