Ikuti Kami :

Disarankan:

Kado Istimewa Jelang HUT ke-24, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Tasikmalaya Resmi Beroperasi

Selasa, 07 Oktober 2025 | 13:31 WIB
Watermark
Kado Istimewa Jelang HUT ke-24, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Tasikmalaya Resmi Beroperasi. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Kota Tasikmalaya kini resmi memiliki Sekolah Rakyat (SR) yang berdiri di wilayah Kecamatan Mangkubumi. Sekolah ini merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto, yang digagas melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Kota Tasikmalaya kini resmi memiliki Sekolah Rakyat (SR) yang berdiri di wilayah Kecamatan Mangkubumi. Sekolah ini merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto, yang digagas melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan.

Program tersebut menargetkan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya mereka yang masuk desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), agar memperoleh akses pendidikan berasrama, gratis, dan berkualitas.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya berlokasi di Jalan Swaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi. Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Direktur Polteksos Suharma, ditandai dengan pengguntingan pita pada Selasa (7/10/2025) pagi.

Usai peresmian, rombongan pejabat melakukan room tour ke sejumlah ruangan dan fasilitas yang tersedia di SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya menjadi daerah kedua di wilayah Priangan Timur yang memiliki Sekolah Rakyat, setelah Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas kesenjangan pendidikan serta wujud nyata kehadiran negara di tengah rakyat. Ia menegaskan, keberadaan sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan manusia (human capital) di Kota Tasikmalaya.

"Melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, kita sedang menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, dan tangguh secara sosial, sejalan dengan semangat tujuh program prioritas daerah seperti Tasik Pintar dan Tasik Religius," kata Viman.

Viman menyebut, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan kado istimewa dari pemerintah pusat menjelang HUT ke-24 Kota Tasikmalaya. Pemkot juga telah menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Kecamatan Tamansari untuk pengembangan ke depan.

"Kepada para guru dan kepala sekolah, saya titip amanah untuk mendidik dengan sepenuh hati, membimbing dengan kasih, dan menjadi teladan dalam setiap langkah," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus bersemangat menuntut ilmu demi meraih cita-cita.

"Percayalah, masa depan kalian tidak ditentukan oleh siapa orang tuamu, tapi oleh semangatmu hari ini. Jadilah generasi yang berani bermimpi, yang menjawab keterbatasan dengan prestasi," pesan Viman.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan apresiasinya atas berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya.

"Semoga ini menjadi contoh ke depan untuk dikembangkan, dan yang paling utama bagaimana di Kota Tasikmalaya tidak ada lagi anak-anak putus sekolah," ujar Erwan.

Erwan mengungkapkan, rata-rata lama sekolah di Jawa Barat saat ini baru mencapai 9,1 tahun atau setara kelas tiga SMP. Artinya, masih banyak anak yang belum menamatkan pendidikan hingga SMA/SMK.

"Target saya bersama Kang Dedi, di akhir masa jabatan kami, rata-rata lama sekolah minimal 12 tahun atau setara lulusan SMA/SMK. Mudah-mudahan bisa lebih dari itu," tegasnya.

Pemprov Jabar juga berencana melakukan MoU dengan perguruan tinggi agar lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Untuk pembiayaan akan dibahas bersama kementerian, provinsi, dan kabupaten/kota, sehingga anak-anak dijamin bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi," ungkap Erwan.

Ia menambahkan, sejauh ini sudah ada 19 Sekolah Rakyat yang beroperasi di Jawa Barat.

"Karena ini masih masa transisi, maka pengelolaannya dilakukan secara kolaboratif: lahan oleh daerah, pembangunan oleh KemenPU, fasilitas oleh Kemensos, kurikulum oleh Kemendikdas. Semua bekerja sesuai fungsi masing-masing," jelasnya.

Menurut Erwan, pendidikan bukan hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga membentuk pribadi yang Cager, Bener, Pinter, dan Singer.

"Kita ingin anak Tasikmalaya tumbuh sehat jasmaninya. Dalam visi-misi Jawa Barat, pendidikan menempati posisi strategis sebagai pilar pembangunan," tutupnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Budi Rachman menuturkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya memiliki tiga rombongan belajar, dua kelas SMP dan satu kelas SD.

"Total ada 75 siswa, terdiri dari 25 siswa SD dan 50 siswa SMP, yang berasal dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya," ungkap Budi.

Ia menjelaskan, fasilitas sekolah meliputi asrama putra-putri, asrama guru, mushala, ruang makan, toilet siswa, serta toilet tenaga pendidik dan guru.

"Saat ini terdapat 25 tenaga pendidik yang mengajar di Sekolah Rakyat," pungkasnya.

Peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya turut dihadiri unsur Forkopimda Plus Kota Tasikmalaya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement