Ikuti Kami :

Disarankan:

Paket Pelatihan Kerja di Kota Banjar Turun Drastis, BLK Masih Tunggu Kepastian APBN

Selasa, 13 Januari 2026 | 17:22 WIB
Paket Pelatihan Kerja di Kota Banjar Turun Drastis, BLK Masih Tunggu Kepastian APBN
Paket Pelatihan Kerja di Kota Banjar Turun Drastis, BLK Masih Tunggu Kepastian APBN.

Jumlah paket pelatihan kerja di Kota Banjar, Jawa Barat, pada tahun anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan. Padahal, program pelatihan kerja selama ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Jumlah paket pelatihan kerja di Kota Banjar, Jawa Barat, pada tahun anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan. Padahal, program pelatihan kerja selama ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal.

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjar, Doni Ismaya, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja, paket pelatihan kerja yang bersumber dari APBD Kota Banjar tahun ini hanya berjumlah sembilan paket.

Jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 27 paket pelatihan dengan sasaran hingga 432 peserta.

“Informasi dari Disnaker, untuk pelatihan kerja dari APBD turun drastis hanya 9 paket,” ujar Doni, Selasa (13/1/2026).

Selain mengandalkan APBD, BLK Kota Banjar juga mengajukan sebanyak 35 paket pelatihan kerja melalui anggaran APBN ke Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, dari informasi sementara yang diterima, Kota Banjar hanya memperoleh tujuh paket pelatihan.

“Sementara informasi dari Kemnaker, BLK Kota Banjar dapat 7 paket. Tapi memang sampai sekarang kami belum menerima SK pelaksanaan pelatihannya,” ungkap Doni.

Ia menjelaskan, belum adanya surat keputusan (SK) dari Kementerian Ketenagakerjaan membuat pihaknya belum dapat memastikan waktu pelaksanaan maupun memulai proses rekrutmen peserta pelatihan. Akibatnya, rencana pelaksanaan pelatihan kerja yang semula dijadwalkan mulai Februari terpaksa ditunda.

“Harusnya kita sudah mulai rekrutmen untuk pelaksanaan pelatihan kerja di bulan Februari nanti. Tapi sementara ini kami masih menunggu arahan untuk pelaksanaannya,” katanya.

BLK Kota Banjar berharap adanya penambahan jumlah paket pelatihan kerja, baik dari APBD maupun APBN, agar lebih banyak masyarakat yang dapat mengakses program peningkatan keterampilan tersebut.

“Keberadaan tenaga kerja terlatih sangat penting untuk mendukung daya saing sumber daya manusia di daerah,” tutupnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement