TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menghadiri kegiatan Pembinaan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh yang digelar di Hotel Horison, Selasa (29/7/2025).
Acara ini diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya sebagai upaya mempererat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan para pekerja, guna menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif, adil, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Diky menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan serikat pekerja menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Yang paling utama itu yang saya sampaikan adalah jaga komunikasi dengan teman-teman serikat buruh yang intinya sudah luar biasa baik, mereka juga lah yang sedikit banyaknya memberikan kontribusi yang cukup banyak," ungkap Diky pada wartawan.
Ia menilai, peran aktif para pekerja telah menjadi sumber inspirasi bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DPRD dalam menggali potensi daerah untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian lokal.
"Mudah-mudahan besok sudah punya ruang kantor sendiri, supaya bisa lebih fokus lagi mengurus itu, dua mereka bisa para pekerja ini menjadi regen yang kuat juga untuk kami mencoba menarik," ujarnya.
Diky juga menyampaikan bahwa Pemkot Tasikmalaya tengah menargetkan pengembangan kawasan metropolitan, termasuk rencana pengembangan Tahura (Taman Hutan Raya) dan upaya kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebagai bagian dari strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menciptakan lapangan kerja.
"Kenapa saya kemarin ke Tahura, dan kita targetkan Tahura ada di Kota Tasik ke depan, kenapa kemarin saya ke KKP, supaya metropolitan kita hidup di Bungursari atau di tempat lain, itu supaya kita membuka lapangan pekerjaan, bisa mendapatkan PAD lebih banyak untuk Kota Tasikmalaya," kata Diky.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menciptakan peluang usaha di samping peluang kerja, guna memperluas ruang gerak ekonomi masyarakat.
"Jadi mereka lah sebetulnya yang bisa menjadi pemberi inspirasi untuk kita semuanya, terutama untuk pemkot untuk terus-terusan bekerja keras mencari potensi-potensi yang bisa membuka lapangan pekerjaan. Tapi di satu sisi juga memang kita juga harus gencar membuka kesempatan usaha di luar kesempatan bekerja," sambungnya.
Program Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan (PELAK) pun menjadi salah satu fokus utama Pemkot dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang belum tersentuh akses pembangunan.
"Karena balik lagi, kita gak punya ADD, kita gak punya BUMDes, mau gak mau kita harus betul-betul memikirkan bagaimana perkembangan ekonomi di wilayah-wilayah yang memang terpencil," tandasnya.