TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Aksi solidaritas damai yang digelar para pengemudi ojek online (ojol) di Tasikmalaya pada Senin (1/8/2025) siang sempat diwarnai insiden. Polres Tasikmalaya Kota mengamankan 25 orang yang diduga menyusup dalam iring-iringan massa ojol tersebut.
Mayoritas dari mereka yang diamankan ternyata masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Dari tangan para penyusup, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya minuman keras jenis ciu, satu bilah bambu, serta sepeda motor berknalpot bising.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi, menjelaskan bahwa penyusupan itu terjadi setelah massa ojol keluar dari Mapolres usai bertemu dengan Forkopimda.
“Saat iring-iringan aksi ojol setelah bubaran dari Polres, tiba-tiba ada penyusup yang mencoba melakukan aksi di depan Gedung DPRD. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan berkat kesigapan anggota Paguyuban Online Bersatu (POB) Priangan Timur bersama aparat kepolisian,” ungkapnya.
Faruk menambahkan, hasil penyisiran di sekitar lokasi menemukan sejumlah anak sekolah yang bukan berasal dari Tasikmalaya. Saat diperiksa, di ponsel mereka terdapat grup pada platform media tertentu yang berisi ajakan melakukan aksi anarkisme dan perusakan.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Tasikmalaya dengan dukungan TNI serta unsur Forkopimda. “Mohon doanya semoga Tasikmalaya tetap aman dan kondusif,” kata Faruk.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif mencegah potensi gangguan keamanan, salah satunya dengan menghidupkan kembali pos kamling serta memberikan imbauan kepada keluarga agar tidak mudah terprovokasi.
“Kami juga melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan sebagai langkah antisipasi,” pungkasnya.