Ikuti Kami :

Disarankan:

Aliran Sungai Anak Cikalang Kembali Lancar Setelah BPBD Kota Tasikmalaya Evakuasi Material Rumah Ambruk Selama Tiga Jam

Minggu, 16 November 2025 | 01:33 WIB
Watermark
Aliran Sungai Anak Cikalang Kembali Lancar Setelah BPBD Kota Tasikmalaya Evakuasi Material Rumah Ambruk Selama Tiga Jam. Foto: Tian K.

BPBD Kota Tasikmalaya akhirnya menuntaskan proses evakuasi material rumah ambruk yang semula menutup aliran Sungai Anak Cikalang, Minggu (16/11/2025) dini hari. Upaya tersebut dilakukan setelah tim gabungan bekerja selama hampir tiga jam dalam kondisi medan terbatas dan arus sungai yang cukup deras.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - BPBD Kota Tasikmalaya akhirnya menuntaskan proses evakuasi material rumah ambruk yang semula menutup aliran Sungai Anak Cikalang, Minggu (16/11/2025) dini hari. Upaya tersebut dilakukan setelah tim gabungan bekerja selama hampir tiga jam dalam kondisi medan terbatas dan arus sungai yang cukup deras.

Peristiwa bermula pada Sabtu (15/11/2025) sekira pukul 20.00 WIB, ketika rumah milik Irman Nurdin di Perum PLN, Kampung Babakan Bandung, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, tiba-tiba runtuh setelah diguyur hujan deras sejak sore hari. Material bangunan terbawa arus dan menumpuk di badan sungai hingga hampir menutup seluruh alirannya.

Menindaklanjuti laporan warga, BPBD bersama TNI-Polri, Tagana, dan sejumlah warga segera mendatangi lokasi. Setelah melakukan penilaian cepat, proses evakuasi dimulai pada pukul 21.30 WIB. Petugas harus turun langsung ke dasar sungai dengan tali pengaman untuk mencegah terbawa arus. Di tengah minimnya peralatan dan derasnya debit air, proses pengangkatan material berlangsung penuh kehati-hatian.

“Sangat sulit karena debit air deras, material menumpuk, dan peralatan terbatas. Itu yang membuat evakuasi berjalan cukup lama,” kata salah seorang petugas BPBD, Opang, Minggu dini hari.

Ia menuturkan bahwa sejak siang hari, BPBD sebenarnya telah melakukan asesmen terhadap bangunan tersebut. Struktur rumah diketahui sudah rapuh, sementara sisi bawah bangunan tergerus air akibat curah hujan tinggi. Kondisi itu membuat rumah tak mampu menahan tekanan dan akhirnya runtuh di malam hari.

Sekira pukul 00.30 WIB, tim berhasil membuka kembali aliran sungai sehingga air bisa mengalir normal. Meski demikian, sebuah beton besar masih tertahan di dasar sungai dan tidak dapat diangkat dengan peralatan yang tersedia.

“Yang terpenting aliran air sudah lancar. Untuk beton besar, kami akan koordinasikan penggunaan alat berat karena tidak mungkin diangkat manual,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Rumah dalam keadaan kosong karena orang tua pemilik telah mengungsi setelah dinding bangunan mengalami keretakan sejak sehari sebelumnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement