TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Suasana khidmat menjelang siang di Desa Deudeul, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, berubah menjadi geger. Seorang pelajar ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Batu Belah pada Jumat (2/1/2026) sekira pukul 11.30 WIB.
Peristiwa nahas ini bermula saat korban sedang bermain air bersama tiga orang rekannya. Namun, aktivitas yang awalnya penuh kegembiraan tersebut mendadak berubah menjadi kepanikan saat keempat anak tersebut diduga terseret arus sungai yang cukup dalam.
Ketua Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan tim SAR Gabungan setelah menerima laporan warga untuk melakukan pencarian darurat.
"Total terdapat empat orang anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut, tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu orang ditemukan sudah bernyawa," ujar Jembar.
Dalam upaya pencarian, tim SAR dibantu oleh warga setempat melakukan penyisiran manual di sepanjang aliran sungai. Warga menggunakan kayu-kayu panjang dan memasang jaring besar di titik tertentu untuk mengantisipasi tubuh korban hanyut lebih jauh.
Berdasarkan analisis awal, korban diduga mengalami kesulitan saat berada di bagian sungai yang dalam.
"Dugaan sementara korban tidak memiliki kemampuan berenang yang cukup saat mencoba bermain di area sungai yang memiliki kedalaman cukup ekstrem bagi ukuran anak-anak," ungkap Jembar.
Saat ini, jenazah korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemulasaran. Atas kejadian memilukan ini, pihak Tagana meminta masyarakat untuk lebih waspada.
"Dengan kejadian ini kami mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terurama saat berada di kawasan perairan seperti sungai maupun air terjun," pungkasnya.