Ikuti Kami :

Disarankan:

BGN Gelar Bimtek Penjamah Pangan SPPG di Tasikmalaya untuk Perkuat Layanan Makan Bergizi Gratis

Senin, 20 Oktober 2025 | 21:08 WIB
BGN Gelar Bimtek Penjamah Pangan SPPG di Tasikmalaya untuk Perkuat Layanan Makan Bergizi Gratis
BGN Gelar Bimtek Penjamah Pangan SPPG di Tasikmalaya untuk Perkuat Layanan Makan Bergizi Gratis.

Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme para pelaksana di lapangan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme para pelaksana di lapangan. Langkah ini dilakukan menyusul perlunya evaluasi menyeluruh terhadap layanan MBG, termasuk pascakejadian kasus keracunan makanan di beberapa daerah.

Sebagai garda terdepan dalam penyediaan dan distribusi pangan bergizi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapatkan pembekalan khusus melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Pangan, yang digelar Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN di Kota Tasikmalaya pada 18–19 Oktober 2025.

Bimtek yang berlangsung di Hotel Harmoni Tasikmalaya dan Aston Inn Tasikmalaya ini diikuti sekitar 750 peserta, terdiri dari petugas dan relawan SPPG dari Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan, kesadaran, dan tanggung jawab penjamah pangan dalam menjaga higienitas, keamanan, dan keberlanjutan penyediaan makanan bergizi.

Kepala KPPG Bandung, Ramzi, S.STP., M.AP., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, peserta juga mendapatkan materi dari sejumlah narasumber lintas instansi, di antaranya BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dr. Nurjaeni, Ph.D., menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi setiap penjamah makanan di seluruh tahapan penyediaan MBG, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian ke penerima manfaat.

“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap penjamah makanan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam menjaga mutu dan keamanan pangan,” ujarnya.

Dr. Nurjaeni juga menyampaikan sepuluh langkah strategis peningkatan layanan MBG, di antaranya penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG, pelaksanaan rapid test food secara berkala oleh Balai POM, serta penegakan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) layanan MBG.

“Menjadi penjamah makanan bukan hanya tugas teknis, tetapi juga amanah sosial dan ibadah. Dari dapur SPPG inilah kita menyiapkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Pelaksanaan bimtek di Tasikmalaya ini merupakan bagian dari kegiatan serentak di 34 kabupaten/kota di enam provinsi, yang melibatkan sekitar 30.000 peserta. BGN berharap melalui program ini terbentuk jejaring penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi tinggi dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi yang aman dan layak konsumsi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement