Ikuti Kami :

Disarankan:

DKP3 Kota Tasikmalaya Gelar Kontes dan Bursa Sapi Potong, Diky Candra: Harus Jadi Agenda Rutin

Senin, 01 Desember 2025 | 19:02 WIB
Watermark
DKP3 Kota Tasikmalaya Gelar Kontes dan Bursa Sapi Potong, Diky Candra: Harus Jadi Agenda Rutin. Foto: Tian K.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya menggelar Kontes dan Bursa Sapi Potong Tahun 2025 di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Senin (1/12/2025) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya menggelar Kontes dan Bursa Sapi Potong Tahun 2025 di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Senin (1/12/2025) pagi.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, bersama Kepala DKP3, Eli Suminar, dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Diky Candra mengapresiasi tingginya antusiasme para peternak. Ia menilai kegiatan ini layak dijadikan agenda rutin untuk mendorong geliat ekonomi dan menarik kunjungan dari luar daerah.

"Karena kita kota event, dan pesertanya banyak dari Bandung, kota lainnya juga. Berarti banyak orang yang datang ke sini di luar Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Diky juga menyampaikan bahwa kontes memiliki dampak positif terhadap peningkatan nilai jual sapi sekaligus upaya penguatan sektor peternakan.

"Dan juga di sini juga diadakan gemar minum susu bagi anak-anak selain ada perbaikan gizi, setidaknya adanya potensi di lingkup pertanian ternak sapi, besok mungkin domba, kambing," ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat pengembangan sektor pertanian dan peternakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jangan sampai anak-anak kita pengennya jadi presiden, artis, sehingga lingkup pertanian bisa ditinggalkan. Padahal potensinya cukup baik untuk ekonomi masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya, H. Cecep Kustiawan, menjelaskan bahwa peserta kontes tidak hanya berasal dari Kota Tasikmalaya.

"Yang ikut serta dari Kota Tasikmalaya 31 ekor, Kabupaten Tasik ada 14 ekor, Garut 2 ekor, dari KBB ada 1 ekor, Kota Bandung 2 ekor," jelasnya.

Cecep menyebut kontes sapi potong menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memotivasi peternak, sekaligus meningkatkan kualitas dan standar pemeliharaan sapi di daerah.

"Ini jenisnya kita silangan rata-rata, ini yang dilombakan yang pertama yang ekstrem. Yang ekstrem ini mau jantan atau betina, tapi yang paling besar itu yang jadi juara. Kemudian juga ada pede itu di bawah 5 bulan, kemudian juga jantan dan poel jadi yang kategori jantan di bawah 1 tahun. Itu dari mulai performance, kesehatannya juga," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement