CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Upaya memperkuat layanan Posyandu sekaligus mendorong percepatan digitalisasi desa terus dilakukan di Kabupaten Ciamis. Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Asep Rahmat, menyalurkan bantuan sarana penunjang berupa satu unit laptop dan printer kepada Tim Pembina (TP) Posyandu di dua desa Kecamatan Baregbeg, Kamis (29/1/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan di Aula Desa Jelat dan Aula Desa Pusakanagara. Fasilitas tersebut diharapkan mempercepat pengelolaan data, penyusunan laporan, hingga perencanaan program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting di tingkat desa.
“Setiap desa harus siap bekerja, terutama kader Posyandu dan jajarannya. Mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan cepat, tepat, dan akurat, dan itu tentu membutuhkan dukungan sarana yang memadai,” ujar Asep Rahmat.
Pada tahap awal, bantuan disalurkan ke tiga desa, dengan Desa Jelat dan Desa Pusakanagara sebagai penerima pertama. Desa Sukamulya dijadwalkan menerima bantuan serupa pada tahap berikutnya.
Asep menegaskan, penguatan sarana Posyandu menjadi bagian dari strategi membangun generasi emas melalui keluarga tangguh yang dikelola secara berkelanjutan.
“Untuk menciptakan generasi muda yang unggul, tentu harus dimulai dari keluarga yang kuat. Semua itu harus dikelola dengan manajemen yang baik dan didukung sarana prasarana yang memadai,” katanya.
Selain mendukung program nasional pemenuhan gizi, bantuan tersebut juga menjadi langkah adaptasi desa menghadapi era digital. Pemerintah desa ke depan akan dibekali pelatihan operator digital agar administrasi dan pelayanan publik semakin efektif.
“Kita tidak bisa menghindar dari digitalisasi. Nantinya akan ada pelatihan agar desa mampu membangun iklim desa digital dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” tambah Asep.
Bidan Desa Jelat, Euis Susanti, menyebut bantuan perangkat digital sangat krusial, terutama karena TP Posyandu baru dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Ia mengungkapkan aspirasi pengadaan perangkat disampaikan saat reses anggota DPRD pada akhir 2025.
“TP Posyandu ini kan organisasi baru. Tentu banyak kebutuhan, salah satunya laptop dan printer untuk menyusun laporan, program, dan administrasi lainnya. Alhamdulillah aspirasi itu direspons dan direalisasikan,” ujar Euis.
Menurut Euis, digitalisasi akan mempermudah dokumentasi kegiatan hingga pelaporan berbasis file digital.
“Selain untuk administrasi, kami berharap kompetensi kader Posyandu juga meningkat. Dengan adanya laptop, kader bisa belajar bersama, minimal untuk kemampuan dasar digital dan penyusunan laporan,” katanya.
Sementara itu, kader Posyandu Desa Pusakanagara, Desi Suryani, menjelaskan terdapat lima Posyandu yang berada di bawah satu kepengurusan TP Posyandu tingkat desa. Struktur tersebut dipimpin oleh istri kepala desa dan bertugas membina seluruh Posyandu dalam pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia mengatakan, Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup layanan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial.
“Keenam bidang ini harus berjalan beriringan dan saling mendukung agar layanan Posyandu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Desi.
Terkait penanganan stunting, Desi menyebut upaya telah dilakukan secara berkelanjutan melalui pemberian makanan tambahan, pendampingan ibu hamil dan balita, serta peningkatan kapasitas kader.
“Jumlah kasus stunting di Desa Pusakanagara relatif kecil. Berdasarkan rembuk stunting terakhir, tercatat sekitar 11 anak terindikasi, namun bukan stunting berat dan terus kami tangani,” pungkasnya.
Langkah kolaboratif antara legislatif, pemerintah desa, dan kader Posyandu ini diharapkan mempercepat transformasi layanan dasar desa sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Ciamis.