Ikuti Kami :

Disarankan:

Evakuasi Dramatis Material Rumah Ambruk, BPBD Kota Tasikmalaya Turun ke Dasar Sungai Saat Arus Deras

Sabtu, 15 November 2025 | 23:22 WIB
Watermark
Evakuasi Dramatis Material Rumah Ambruk, BPBD Kota Tasikmalaya Turun ke Dasar Sungai Saat Arus Deras. Foto: Tian K.

BPBD Kota Tasikmalaya hingga pukul 23.01 WIB masih terus berupaya mengangkat material bangunan rumah yang ambruk dan menutup aliran Sungai Anak Cikalang, Sabtu (15/11/2025) malam. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus berhadapan dengan arus air yang deras dan kondisi medan yang sempit.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - BPBD Kota Tasikmalaya hingga pukul 23.01 WIB masih terus berupaya mengangkat material bangunan rumah yang ambruk dan menutup aliran Sungai Anak Cikalang, Sabtu (15/11/2025) malam. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus berhadapan dengan arus air yang deras dan kondisi medan yang sempit.

Rumah milik Irman Nurdin, warga Perum PLN, Kampung Babakan Bandung, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, ambruk sekira pukul 20.00 WIB. Material bangunan langsung larut terbawa arus dan menumpuk di badan sungai hingga nyaris menutup seluruh aliran.

Petugas BPBD yang tiba di lokasi harus bekerja ekstra keras. Evakuasi dilakukan secara manual menggunakan linggis dan bor, dibantu Tagana, TNI-Polri, serta warga sekitar. Karena derasnya arus sungai, personel BPBD turun ke dasar aliran dengan tubuh terikat tali pengaman, sementara petugas lain menariknya dari atas untuk mencegah terbawa arus.

Sebelumnya, intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Tasikmalaya menyebabkan debit Sungai Anak Cikalang meningkat tajam. Ketua RT 004, Nandang, menjelaskan bahwa derasnya aliran air memicu bangunan rumah tak lagi kuat menahan tekanan.

“Ambruknya ini memang tadi air deras sekali, setelah diguyur hujan deras, hingga pada akhirnya rumah milik pak Irman ambruk, dan materialnya menutup aliran air,” kata Nandang.

Tersumbatnya aliran sungai memicu limpasan air ke permukiman. “Iya itu naik karena memang airnya tersendak tertutup material jadi airnyannaik,” ungkapnya.

Irman, pemilik rumah, mengungkapkan bahwa bangunan tersebut memang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Pada Jumat itu memang sudah retak-retak, dan siang tadi udah dicek oleh petugas, malamnya langsung ambruk,” ujarnya.

Beruntung, pada saat kejadian rumah tidak ditempati kedua orang tuanya.

“Pas retak-retak orang tua udah ngontrak, paling dua lemari yang ikut rusak,” jelasnya.

Hingga pukul 23.01 WIB, petugas masih berjibaku membersihkan material bangunan yang menyumbat sungai guna mencegah banjir susulan sekaligus memastikan aliran air bisa kembali normal.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement