Ikuti Kami :

Disarankan:

Ferdiansyah Dorong Implementasi Pembelajaran Mendalam untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:19 WIB
Watermark
Ferdiansyah Dorong Implementasi Pembelajaran Mendalam untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mendorong Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek agar segera mendistribusikan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) kepada para guru di seluruh Indonesia.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mendorong Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek agar segera mendistribusikan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) kepada para guru di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ferdiansyah usai menghadiri kegiatan Lokakarya Praktek Pembelajaran dan Refleksi di Sekolah yang diikuti puluhan guru di Ballroom Hotel Horison Tasikmalaya, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, konsep Pembelajaran Mendalam menjadi kunci penting dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional karena menekankan pada proses berpikir kritis, kepedulian sosial, serta kemampuan memahami permasalahan secara menyeluruh.

“Sebagai mitra kerja, kami meminta Puskurjar untuk menyiapkan konsep Pembelajaran Mendalam yang dapat diteruskan kepada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan agar bisa diterapkan secara masif,” ujar Ferdiansyah.

Politisi Partai Golkar asal Dapil Jawa Barat XI ini menjelaskan bahwa konsep Pembelajaran Mendalam bukan hal baru, namun masih perlu dipahami lebih dalam oleh para guru. Ia menilai, banyak potensi lingkungan sekitar yang bisa dijadikan sarana belajar yang menarik dan relevan dengan kehidupan siswa.

“Misalnya, guru bisa menggunakan bekas telur sebagai alat bantu menghitung, atau daun berguguran untuk mengenalkan konsep pembelajaran alam kepada anak-anak. Ini bentuk pembelajaran kontekstual yang sederhana tapi bermakna,” jelasnya.

Ferdiansyah juga menekankan bahwa dalam era digital saat ini, teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan tujuan utama dalam proses belajar mengajar.

“Digitalisasi memang penting, tetapi bukan yang utama. Teknologi dan kecerdasan buatan (AI) tidak punya perasaan. Yang memiliki empati dan rasa adalah manusia, itulah yang membuat pendidikan menjadi bermakna,” tegasnya.

Meski demikian, Ferdiansyah menyadari masih ada sejumlah tantangan dalam penerapan konsep ini, seperti keterbatasan pemahaman guru maupun sumber daya yang belum merata. Oleh karena itu, kegiatan lokakarya semacam ini perlu terus digalakkan agar guru semakin siap dan memahami implementasinya.

“Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa melahirkan para guru inti yang memahami esensi Pembelajaran Mendalam dan mampu menularkannya di daerah pemilihan saya,” pungkas Ferdiansyah.

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement