Ikuti Kami :

Disarankan:

Gita Muda Asal Kota Banjar Juara RPM CUP II, Bukti Semangat Pemuda Desa Tak Bisa Padam

Senin, 04 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Gita Muda Asal Kota Banjar Juara RPM CUP II, Bukti Semangat Pemuda Desa Tak Bisa Padam
Gita Muda Asal Kota Banjar Juara RPM CUP II, Bukti Semangat Pemuda Desa Tak Bisa Padam. Foto: NewsTasikmalaya.com/Istimewa.

Di tengah keterbatasan dan minimnya dukungan dari pemerintah, tim bola voli Gita Muda asal Desa Neglasari, Kota Banjar, justru menjelma menjadi simbol semangat juang pemuda desa. Mereka berhasil meraih Juara 1 dalam Turnamen Bola Voli Putra Antar Desa dan Instansi Jawa Barat-Jawa Tengah (RPM CUP II) yang berlangsung pada 2–3 Agustus 2025.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Di tengah keterbatasan dan minimnya dukungan dari pemerintah, tim bola voli Gita Muda asal Desa Neglasari, Kota Banjar, justru menjelma menjadi simbol semangat juang pemuda desa. Mereka berhasil meraih Juara 1 dalam Turnamen Bola Voli Putra Antar Desa dan Instansi Jawa Barat-Jawa Tengah (RPM CUP II) yang berlangsung pada 2–3 Agustus 2025.

Turnamen yang digelar Paguyuban RPM sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi panggung pembuktian: bahwa prestasi tak selalu lahir dari fasilitas mewah, tapi dari tekad, solidaritas, dan semangat tanpa henti.

Dengan segala keterbatasan, lapangan seadanya, peralatan minim, serta latihan mandiri, tim Gita Muda mampu menaklukkan tim-tim unggulan dari dua provinsi. Semua itu mereka capai berkat gotong royong dan dukungan dari komunitas lokal.

Ketua Karang Taruna Desa Neglasari, Erwin Sundana, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut perjuangan anak-anak muda di desanya sebagai bukti nyata bahwa ketulusan dan semangat bisa mengalahkan apapun.

“Kami sadar perhatian pemerintah minim, tapi kami tidak menunggu. Anak-anak ini berlatih dengan semangat yang tak bisa dibeli. Ini kemenangan seluruh warga yang percaya pada mereka,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Trofi RPM CUP II yang kini berada di tangan Gita Muda bukan sekadar lambang kemenangan, tapi simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian. Mereka adalah bukti hidup bahwa pemuda desa memiliki daya juang tinggi dan pantas mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Jangan sampai semangat pemuda padam karena minimnya dukungan. Mereka butuh pembinaan, fasilitas, dan kehadiran negara dalam perjuangan mereka,” tambah Erwin.

Lebih dari sekadar membanggakan Desa Neglasari, kemenangan ini menyampaikan pesan kuat: kemerdekaan bukan hanya soal seremonial, tapi kebebasan untuk berjuang dan bermimpi. Gita Muda mengingatkan kita bahwa masa depan olahraga nasional bisa lahir dari desa-desa kecil, asal diberi kesempatan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement