TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti kondisi ruangan di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya yang terasa panas dan kurang nyaman saat menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-24 Kota Tasikmalaya, Jumat (17/10/2025).
Dalam sambutannya, Dedi sempat menanyakan kondisi pendingin ruangan (AC) yang tampak tidak berfungsi dengan baik. Ia bahkan menyinggung warna AC yang telah berubah menjadi kuning.
“Jangan dipikirkan dana transfer ke daerah, karena hidup bukan dari transfer. Tadi saya tanya, kenapa AC itu agak menguning begitu? Golkar mah boleh, kalau AC mah gak boleh,” ujar Dedi dalam bahasa Sunda, yang disambut tawa para pejabat dan tamu undangan.
Ia meminta agar kondisi tersebut segera diperbaiki, meski pihak terkait berdalih tengah melakukan efisiensi anggaran.
“Katanya lagi efisiensi,” ucap Dedi menirukan jawaban seorang pejabat. “Tapi efisiensi jangan seperti ini. Kalau kunjungan kerja tetap dilakukan, tapi AC gak diganti-ganti, itu bukan efisiensi. Yang kipas-kipas itu rata-rata cewek, daripada ke sauna mahal, mending di sini,” tambahnya diselingi tawa.
Pantauan di lokasi, ruangan rapat paripurna memang terasa gerah. Sejumlah tamu undangan tampak menggunakan kertas undangan untuk mengipas diri agar lebih sejuk. Begitu rapat berakhir, banyak di antara mereka yang langsung keluar ruangan dengan wajah terlihat kepanasan.
Salah satu tamu undangan yang enggan disebutkan namanya membenarkan kondisi tersebut.
“Iya, gerah banget. Gedung DPRD AC-nya panas, alasannya efisiensi. Padahal bisa dikasih tahu di undangan biar bawa kipas, apalagi saya pakai kebaya,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa Gubernur Dedi Mulyadi sempat menyinggung hal itu dalam sambutannya.
“Pak Dedi juga nyentil AC yang warnanya sampai kuning. Katanya alasan efisiensi. Iya, mending di luar kena AG (angin gelebug),” selorohnya.