TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat baru 54 dapur di wilayahnya yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara puluhan dapur lainnya masih dalam proses pengajuan dan verifikasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriyana, mengungkapkan dari total 115 dapur yang ada, sebanyak 86 dapur telah mengajukan sertifikasi SLHS.
“Dari 115 dapur, sekitar 86 sudah mengajukan, namun yang telah terbit sertifikatnya baru 54 dapur,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, belum semua pengajuan dapat disetujui karena masih ditemukan sejumlah kendala dalam proses verifikasi, terutama terkait standar kesehatan lingkungan.
Salah satu masalah utama yang ditemukan adalah kualitas air yang belum memenuhi syarat kesehatan. Bahkan, pada beberapa kasus, air masih mengandung mikroorganisme berbahaya meskipun telah dilakukan penanganan berulang.
“Ada dapur yang kualitas airnya belum memenuhi standar. Bahkan setelah dilakukan treatment hingga tiga kali, masih ditemukan kandungan mikroorganisme,” jelasnya.
Sebagai langkah sementara, Dinkes merekomendasikan penggunaan air galon untuk operasional dapur, sembari menunggu perbaikan sistem air bersih di masing-masing lokasi.
Selain kualitas air, proses verifikasi SLHS juga mencakup pemeriksaan kesehatan penjamah makanan serta kelayakan peralatan dapur.
“Ada yang peralatannya sudah memenuhi standar dan SDM-nya sudah diperiksa kesehatannya, tetapi kualitas airnya belum layak. Begitu juga sebaliknya,” tambahnya.
Asep menegaskan, dapur yang telah mengantongi SLHS dipastikan telah memenuhi seluruh aspek penilaian, mulai dari sumber daya manusia, fasilitas, hingga sanitasi lingkungan.
Ke depan, Dinkes bersama koordinator wilayah akan terus mendorong percepatan pengajuan sertifikasi bagi dapur yang belum mendaftar, guna menjamin keamanan dan kesehatan pangan bagi masyarakat.