Ikuti Kami :

Disarankan:

Hari Ini Mahasiswa Banjar Bakal Gelar Aksi di Depan Polres, Desak Keadilan atas Insiden Ojol Ditabrak Rantis

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:23 WIB
Hari Ini Mahasiswa Banjar Bakal Gelar Aksi di Depan Polres, Desak Keadilan atas Insiden Ojol Ditabrak Rantis
Hari Ini Mahasiswa Banjar Bakal Gelar Aksi di Depan Polres, Desak Keadilan atas Insiden Ojol Ditabrak Rantis. Foto: Istimewa

Suara perlawanan mahasiswa kembali menggema di Kota Banjar, Jawa Barat. Sejumlah organisasi mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polres Banjar pada Sabtu (30/8/2025) siang, sebagai bentuk solidaritas terhadap seorang driver ojek online (ojol) yang menjadi korban tabrakan kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta, beberapa hari lalu.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Suara perlawanan mahasiswa kembali menggema di Kota Banjar, Jawa Barat. Sejumlah organisasi mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polres Banjar pada Sabtu (30/8/2025) siang, sebagai bentuk solidaritas terhadap seorang driver ojek online (ojol) yang menjadi korban tabrakan kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta, beberapa hari lalu.

Seruan aksi ini telah ramai diperbincangkan di media sosial dengan berbagai tagar seperti #UsutTuntas, #IndonesiaGelap, #EvaluasiPolri, dan #StopRepresifitas. Mahasiswa menilai, insiden tersebut mencerminkan tindakan represif aparat yang tidak bisa dibiarkan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjar, Rio Julianto Rustandi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan panggilan moral untuk menuntut keadilan. Ia menyebut, sejumlah organisasi mahasiswa akan bersatu dalam aksi tersebut, mulai dari HMI, PMII, GMNI, IMM, hingga BEM STIT Muhammadiyah Banjar.

“Kami tidak akan tinggal diam. Kasus ini bukan sekadar soal satu korban, tapi tentang prinsip keadilan yang harus ditegakkan. Kami menyerukan seluruh mahasiswa Kota Banjar untuk turun dan bersuara,” tegas Rio saat dikonfirmasi.

Dalam aksi yang digelar siang ini, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama, yaitu:

1. Mendesak Presiden RI Prabowo Subianto segera mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya.
2. Menuntut transparansi serta akuntabilitas penegakan hukum terkait kasus tabrakan rantis di Pejompongan.
3. Mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi di berbagai daerah.

Gerakan mahasiswa di Kota Banjar ini menjadi bagian dari gelombang protes nasional yang menyoroti sikap aparat terhadap masyarakat sipil. Para aktivis menegaskan, aksi ini bukan hanya sekadar demonstrasi, melainkan peringatan bahwa keadilan harus hadir bagi seluruh rakyat.

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement