Ikuti Kami :

Disarankan:

IAIT Tinggal Menunggu SK, Siap Bertransformasi Menjadi Universitas

Senin, 02 Februari 2026 | 17:07 WIB
IAIT Tinggal Menunggu SK, Siap Bertransformasi Menjadi Universitas
IAIT Tinggal Menunggu SK, Siap Bertransformasi Menjadi Universitas.

Perjuangan Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) selama hampir satu tahun untuk bertransformasi menjadi universitas akhirnya mendekati titik akhir. Kampus yang berlokasi di Jalan Noengnoeng Trisnaputra, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawanng, Kota Tasikmalaya itu kini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktiksaintek).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Perjuangan Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) selama hampir satu tahun untuk bertransformasi menjadi universitas akhirnya mendekati titik akhir. Kampus yang berlokasi di Jalan Noengnoeng Trisnaputra, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawanng, Kota Tasikmalaya itu kini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktiksaintek).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor IAIT, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag., saat ditemui di lingkungan kampus, Senin (2/2/2026) siang.

"Insya Allah kita SK tinggal menunggu sebentar lagi mudah-mudahan di bulan Februari atau Maret ini kita sudah turun," ujar Ade.

Ade menjelaskan, berbagai persiapan sebagai syarat perubahan status menjadi universitas telah dilakukan secara intensif. Mulai dari penguatan tata kelola manajemen hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan terus dimatangkan.

"Selain itu, karena universitas itu kita diberikan mandat dibolehkan untuk membuka prodi-prodi baru. Selain prodi-prodi keagamaan, seperti di bidang teknik sepertinya akan kita prioritas kan," katanya.

Seiring rencana pembukaan program studi baru tersebut, IAIT juga akan menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia, khususnya dosen yang kompeten di bidangnya.

"Kalau nanti disiapkan sesuai dengan tingkat pengajuan karena untuk pengajuan prodi juga harus mendapatkan persetujuan dari kementerian," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa proses menuju perubahan status menjadi universitas bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan tahapan panjang.

"Persiapan nya menuju universitas ini sekitar 1 tahunan, dan Alhamdulilah itu terbilang lancar," tegasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyatakan keyakinannya bahwa IAIT akan segera resmi menjadi universitas.

"Insya Allah akan menjadi universitas," tegas Diky.

Lebih lanjut, Diky menuturkan bahwa Kota Tasikmalaya dikenal bukan hanya sebagai kota event, tetapi juga sebagai Kota Santri. Ia menyinggung sejarah pendidikan di Indonesia yang terdampak oleh penjajahan VOC, termasuk terpinggirkannya peran pesantren.

Ia menjelaskan bahwa pesantren pada masa lalu merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu, termasuk matematika. Namun, kepentingan dagang VOC melahirkan sekolah-sekolah Belanda yang kemudian menggeser peran pesantren.

"Nah hari ini mudah-mudahan IAIT juga pesantren sama-sama bahu membahu untuk membangun karakteristik masyarakat khususnya di Tasik, umumnya di indonesia. Kenapa? karena sekarangkan banyak sekali orang pintar tapi ketika keimanan dan ketaqwaan kurang maka banyak minterin orang," ucapnya.

"Jadi mudah-mudahan sekolah sekolah ini dipancing setiap saat untuk tidak sekadar mengajarkan ilmu ilmu dunia tapi juga ilmu ilmu allah agar mereka memiliki IT yang tinggi yaitu iman dan taqwa," pungkas Diky.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement