Ikuti Kami :

Disarankan:

Identik Lewat Sidik Jari, Polisi Pastikan Jasad di Sungai Ciwulan Adalah Warga Bogor yang Hanyut di Kawalu

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:28 WIB
Watermark
Identik Lewat Sidik Jari, Polisi Pastikan Jasad di Sungai Ciwulan Adalah Warga Bogor yang Hanyut di Kawalu. Foto: Asep Juhariyono.

Teka-teki identitas jasad pria yang ditemukan mengambang di Sungai Ciwulan, perbatasan Jatiwaras dan Cibalong, akhirnya terungkap. Pihak Kepolisian memastikan jenazah tersebut adalah Eko Suhari (25), warga asal Bogor yang dilaporkan hanyut di Sungai Cilamanjang, Kecamatan Kawalu, sejak Minggu (29/3/2026) lalu.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Teka-teki identitas jasad pria yang ditemukan mengambang di Sungai Ciwulan, perbatasan Jatiwaras dan Cibalong, akhirnya terungkap. Pihak Kepolisian memastikan jenazah tersebut adalah Eko Suhari (25), warga asal Bogor yang dilaporkan hanyut di Sungai Cilamanjang, Kecamatan Kawalu, sejak Minggu (29/3/2026) lalu.

Kepastian ini diperoleh setelah Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil melakukan pencocokan sidik jari korban pada Selasa (31/3/2026) malam di RSUD dr. Soekardjo.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, melalui Pamapta 1, Ipda Jonih Jonansa, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan menggunakan dua jari korban yang kondisinya masih memungkinkan untuk dipindai.

"Alhamdulillah, ada dua jari yang masih utuh meski sudah mulai mengelupas. Setelah dibandingkan dengan data rekam KTP elektronik, hasilnya identik. Sidik jari tersebut sesuai dengan data saudara Eko. Intinya, jasad yang ditemukan betul adalah korban dari TKP Kawalu," ujar Ipda Jonih.

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana panjang warna gelap tanpa baju. Kondisi wajah korban sudah bengkak dan sulit dikenali akibat benturan material sungai dan lamanya waktu tenggelam (hampir dua hari dua malam).

Ipda Jonih mengakui bahwa pihak keluarga sempat ragu karena kondisi fisik jenazah yang sudah berubah drastis. Namun, setelah diberikan penjelasan ilmiah dan diperkuat oleh kesaksian majikan korban, pihak keluarga akhirnya menerima.

"Awalnya keluarga kurang yakin karena kondisi fisik, tapi setelah kami jelaskan hasil identifikasi ilmiah, mereka menerima. Majikan korban, Haji Asep Ridwan, juga mengenali ciri-ciri fisik yang identik dengan Eko," tambahnya.

Berdasarkan kesepakatan antara keluarga dan majikan, jenazah Eko Suhari tidak dibawa pulang ke Bogor karena pertimbangan kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh. Korban akan dimakamkan di wilayah Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, di pemakaman milik keluarga majikannya.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR (Opsar) Gabungan yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur resmi dinyatakan ditutup.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement