Ikuti Kami :

Disarankan:

IJTI Galuh Raya Dorong Jurnalisme Positif untuk Perkuat Pembangunan Daerah

Kamis, 08 Januari 2026 | 16:04 WIB
Watermark
IJTI Galuh Raya Dorong Jurnalisme Positif untuk Perkuat Pembangunan Daerah. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran media sebagai mitra strategis pembangunan daerah melalui kegiatan Talkshow Discussion Life bertema Resolusi Awal Tahun 2026: Membangun Optimisme Daerah melalui Jurnalisme Positif.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran media sebagai mitra strategis pembangunan daerah melalui kegiatan Talkshow Discussion Life bertema Resolusi Awal Tahun 2026: Membangun Optimisme Daerah melalui Jurnalisme Positif.

Kegiatan yang digelar pada awal 2026 ini menjadi forum strategis bagi insan pers untuk merumuskan arah pemberitaan yang konstruktif, berimbang, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Talkshow tersebut menghadirkan jurnalis, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam forum ini ditegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong solusi serta menumbuhkan optimisme publik di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi daerah.

Ketua IJTI Korda Galuh Raya, Yosep Trisna, menekankan pentingnya sinergi antara media dan pemerintah daerah dalam mengawal agenda pembangunan sepanjang tahun 2026. Menurutnya, jurnalisme tetap harus kritis, namun diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Media memiliki peran sebagai mitra kritis pemerintah. Jurnalisme harus menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi tidak berhenti pada kritik semata,” ujar Yosep.

Ia menjelaskan, konsep jurnalisme positif bukan berarti menutup-nutupi persoalan atau melemahkan fungsi pengawasan media. Sebaliknya, pendekatan ini mendorong jurnalis untuk mengungkap persoalan secara utuh, sekaligus menghadirkan perspektif solusi dan dampak yang membangun optimisme masyarakat.

“Jurnalisme yang dibutuhkan saat ini adalah pemberitaan yang berani mengungkap masalah, tetapi juga memberi ruang bagi solusi dan harapan,” tambahnya.

Yosep juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik di era digital yang menuntut kecepatan sekaligus akurasi. Ia mengingatkan agar jurnalis tidak terjebak pada narasi sensasional yang minim substansi, khususnya dalam peliputan kebijakan publik dan program pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, IJTI Korda Galuh Raya berharap kapasitas jurnalis di wilayah Galuh Raya semakin meningkat dalam menyusun narasi pemberitaan yang mendorong partisipasi publik, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap media, serta menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif.

Talkshow ini sekaligus menjadi momentum refleksi awal tahun bagi insan pers untuk meneguhkan komitmen terhadap kode etik jurnalistik, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik dalam menyongsong tahun 2026 yang penuh tantangan dan peluang.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement