Ikuti Kami :

Disarankan:

Kasus HIV/AIDS di Banjar Meningkat, LSL Jadi Penyumbang Tertinggi

Senin, 15 September 2025 | 13:11 WIB
Kasus HIV/AIDS di Banjar Meningkat, LSL Jadi Penyumbang Tertinggi
Kasus HIV/AIDS di Banjar Meningkat, LSL Jadi Penyumbang Tertinggi.

Kasus HIV/AIDS di Kota Banjar, Jawa Barat, menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar, kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) tercatat sebagai penyumbang tertinggi kasus baru dalam beberapa tahun terakhir.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Kasus HIV/AIDS di Kota Banjar, Jawa Barat, menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar, kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) tercatat sebagai penyumbang tertinggi kasus baru dalam beberapa tahun terakhir.

Pengelola Program KPA Banjar, Syahid Burhani, mengungkapkan pada 2025 terdapat penambahan 18 kasus baru. Meski angka kematian menurun dibandingkan tahun sebelumnya, penyebaran virus tetap menjadi tantangan serius, terutama karena banyak pengidap memiliki pasangan lawan jenis yang tidak menyadari risiko penularan.

"Kasus baru tahun ini didominasi oleh usia produktif. Kalau sebelumnya banyak ditemukan pada pelajar, sekarang tidak lagi," ujar Syahid kepada wartawan, Senin (15/9/2025).

Ketua Harian KPA Banjar, Supriana, menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, isu ini bukan semata soal kesehatan, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup manusia.

"Kami berharap kasus HIV/AIDS bisa ditekan melalui peran aktif masyarakat. Ini bukan aib, melainkan tantangan kesehatan yang harus dihadapi bersama," kata Supriana.

Ia menyebut stigma sosial masih menjadi penghalang utama. Banyak pengidap enggan memeriksakan diri karena takut dikucilkan. Padahal, penularan HIV tidak hanya melalui hubungan seksual bebas, tetapi juga lewat transfusi darah, penggunaan jarum suntik bergantian, dan pemberian ASI dari ibu yang terinfeksi.

Sekretaris I KPA Banjar, Agus Mulyana, menambahkan HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kesetiaan pada pasangan, menghindari narkoba suntik, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Pencegahan bukan hanya soal alat kontrasepsi, tapi juga soal edukasi yang membangun empati. Penderita HIV adalah manusia yang berhak mendapat perlindungan, bukan dijauhi," tegas Agus.

KPA Banjar juga menyoroti pentingnya peran media dalam membangun kesadaran publik. Agus menilai, pemberitaan yang edukatif dan empatik dapat membantu mengubah persepsi masyarakat terhadap HIV/AIDS.

"Media punya kekuatan untuk mengubah stigma menjadi solidaritas. Dengan narasi yang tepat, kita bisa bantu masyarakat memahami bahwa HIV bukan akhir dari segalanya," tutupnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement