Ikuti Kami :

Disarankan:

Kasus Ibu Rumah Tangga Bersimbah Darah di Mangkubumi Tasikmalaya, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Kamis, 09 April 2026 | 11:51 WIB
Kasus Ibu Rumah Tangga Bersimbah Darah di Mangkubumi Tasikmalaya, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra. Foto: NewsTasikmalaya.com/Asep Juhariyono

Kasus penemuan seorang ibu rumah tangga berinisial HN (45), warga Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kasus penemuan seorang ibu rumah tangga berinisial HN (45), warga Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Korban sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah selokan pada Rabu (11/3/2026) siang sekira pukul 13.00 WIB. Saat ditemukan, korban diduga kuat menjadi korban penganiayaan berat oleh orang tak dikenal.

Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Joni Jonansa, membenarkan adanya laporan tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian wajah dan tangan.

“Saat ditemukan korban dalam keadaan pingsan dan berlumuran darah. Terdapat luka lebam di wajah yang diduga akibat pukulan benda tumpul, serta luka robek di tangan kiri yang diduga akibat tangkisan senjata tajam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus tersebut.

“Sejak kejadian hingga saat ini, kami dari Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berupaya maksimal untuk mengungkap perkara ini,” ujar AKP Herman kepada NewsTasikmalaya.com, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah langkah telah dilakukan oleh penyidik, di antaranya menyisir rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, hingga melakukan pemetaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Kami sudah melakukan penyisiran CCTV di sekitar TKP, memeriksa beberapa orang yang berada di lokasi, serta memetakan pihak-pihak yang diduga terlibat secara tertutup (silent),” jelasnya.

Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan secara laboratoris terhadap sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Kami juga melakukan uji laboratorium terhadap barang-barang yang diduga digunakan oleh pelaku,” tambahnya.

AKP Herman menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Penetapan tersangka, kata dia, harus didukung minimal dua alat bukti yang sah.

“Kami tidak bisa gegabah dalam menetapkan tersangka. Semua harus berdasarkan alat bukti yang cukup agar perkara ini menjadi terang,” tegasnya.

Pihak kepolisian pun meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement