TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya menunjukkan komitmen serius dalam mendongkrak prestasi atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, memastikan akan memberikan bonus apresiasi sebesar Rp10 juta kepada setiap atlet yang berhasil meraih medali emas pada ajang Porprov Jabar 2026. Bonus tersebut bersumber dari dana pribadi, bukan dari anggaran pemerintah maupun KONI.
“Sesuai janji yang saya sampaikan saat Musorkot KONI 2025 lalu, saya akan memberikan apresiasi Rp10 juta kepada setiap atlet peraih medali emas, dan itu dari dana pribadi,” kata Anton, Rabu (14/1/2026).
Anton menilai capaian kontingen Kota Tasikmalaya pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar menjadi modal penting untuk menghadapi Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Pada BK tersebut, Kota Tasikmalaya berhasil mengoleksi 69 medali, terdiri dari 24 emas, 14 perak, dan 31 perunggu.
Menurutnya, raihan tersebut merupakan indikator positif dari proses pembinaan cabang olahraga yang selama ini dilakukan.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang mulai terlihat. Tinggal bagaimana kita menjaga konsistensi dan meningkatkan capaian,” ujarnya.
Anton optimistis Kota Tasikmalaya berpeluang menembus peringkat belasan besar dari total 27 daerah peserta Porprov Jabar 2026, apabila capaian BK dapat dipertahankan atau ditingkatkan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa persaingan di Porprov akan jauh lebih ketat.
“Medali di BK belum menjadi jaminan di Porprov. Target minimal kita bisa mengamankan raihan yang sama, dengan ikhtiar maksimal dan doa,” ucapnya.
Ia juga menyoroti adanya sejumlah daerah yang tidak mengikuti BK, tetapi memiliki atlet unggulan yang berpotensi menjadi pesaing berat. Karena itu, KONI telah menginstruksikan Tim Bina Prestasi (Binpres) untuk memvalidasi hasil BK sekaligus memetakan kekuatan lawan di setiap cabang olahraga.
“Tim Binpres kami arahkan untuk memonitor potensi lawan dan meramu strategi yang tepat di masing-masing cabor,” tegas Anton.
Selain atlet hasil BK, Kota Tasikmalaya masih berpeluang menambah kekuatan melalui jalur wildcard. Dua atlet peraih emas Porprov sebelumnya, M. Redho (Muaythai) dan Agung (balap sepeda), dipastikan siap kembali memperkuat kontingen.
“Keduanya sudah didaftarkan sebagai bagian dari kontingen Kota Tasikmalaya,” jelasnya.
Dalam masa persiapan sekitar sepuluh bulan ke depan, KONI Kota Tasikmalaya juga akan mengoptimalkan dukungan anggaran pemerintah, termasuk pemberian uang saku latihan (uang kacape), serta fasilitasi try out dan try in bagi atlet proyeksi peraih medali.
“Insyaallah stimulan latihan, perlengkapan, serta program try out dan try in akan kami fasilitasi, khususnya bagi atlet yang berpeluang meraih medali,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Bina Prestasi KONI Kota Tasikmalaya, Dr. Nanang Kusnadi, MPd, AIFO, mengapresiasi langkah Ketua KONI yang memberikan bonus dari dana pribadi. Menurutnya, apresiasi tersebut dapat menjadi dorongan besar bagi motivasi dan mental bertanding atlet.
“Apa yang dilakukan Ketua KONI menjadi tantangan sekaligus motivasi besar bagi atlet. Dengan pembinaan yang terarah dan dukungan optimal, saya optimistis prestasi Kota Tasikmalaya di Porprov Jabar 2026 bisa meningkat signifikan,” pungkas Nanang.