Ikuti Kami :

Disarankan:

Konten Kreator Asal Tasikmalaya Dirujak Warganet Usai Libatkan Pelajar di Bawah Umur Jadi Pacar Bayaran Satu Jam

Jumat, 23 Januari 2026 | 15:58 WIB
Watermark
Konten Kreator Asal Tasikmalaya Dirujak Warganet Usai Libatkan Pelajar di Bawah Umur Jadi Pacar Bayaran Satu Jam.

Konten seorang kreator asal Tasikmalaya yang melibatkan pelajar di bawah umur menuai kecaman dari warganet. Konten tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Konten seorang kreator asal Tasikmalaya yang melibatkan pelajar di bawah umur menuai kecaman dari warganet. Konten tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter).

Meski video yang dibuat kreator tersebut telah dihapus dari akun aslinya, rekaman dengan judul “pacar selama satu jam” sempat diunggah ulang oleh akun @dyanastashia. Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut konten tersebut menakutkan dan mendorong pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan. Namun, unggahan ulang tersebut kini juga telah dihapus.

Dalam video yang beredar, terlihat kreator tersebut mengajak seorang siswi untuk menjadi pacar bayaran selama satu jam dengan imbalan Rp100 ribu. Kreator itu tampak menanyakan uang jajan sekolah siswi tersebut setiap harinya, lalu menawarkan bayaran yang lebih besar.

"Uang jajan kamu aa kalikan 10x lipat kalau kamuu pacaran sama aa selama 1 jam," ujar kreator tersebut dalam video.

Setelah siswi itu menyetujui tawaran tersebut, kreator membawa siswi ke dalam mobil. Di dalam mobil, ia merayu siswi tersebut dengan sebutan “cantik”. Keduanya kemudian terlihat berjalan-jalan ke suatu tempat dan membeli sejumlah jajanan.

Tidak berhenti di situ, kreator tersebut kembali mengajak siswi yang diketahui masih di bawah umur ke sebuah ruang terbuka. Setibanya di lokasi, ia kembali melontarkan rayuan dengan sebutan “cantik”. Dalam adegan lain, terlihat kreator tersebut menyuapi siswi itu sambil menempatkan pahanya di dekat tubuh siswi dan membelai pipinya. Setelah itu, kreator tersebut memberikan uang yang telah dijanjikan.

Konten tersebut memicu kemarahan warganet. Banyak yang menilai video itu tidak mendidik, meresahkan, berdampak negatif, serta berpotensi melanggar hukum. Nama konten kreator tersebut pun menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial.

Sejumlah warganet menyatakan ketidaksukaannya terhadap konten-konten yang dibuat kreator tersebut.

"Tapi emang dari awal gak suka konten dia tuh meresahkan," tulis pemilik akun @vi... di kolom komentar.

Warganet lainnya meminta agar kasus tersebut dikawal hingga tuntas.

"Kawal sampai pakai baju oren... sebelum ada korban... geuleuh urang ge nempona," tulis akun @indr....

Ada pula yang menilai konten tersebut termasuk dalam kategori kejahatan terhadap anak.

"Ini termasuk child groming yang lagi ramee itu, konten t*l*l," tulis akun @ri....

Sementara itu, warganet lain mendesak aparat untuk mengambil tindakan tegas.

"Meresahkan tolong proses dan beku kan akun nya," tulis akun @sid....

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement