Ikuti Kami :

Disarankan:

Kronologi Menantu di Pagerageung Tasikmalaya Bacok Mertua, Istri, Anak, dan Ipar

Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:21 WIB
Watermark
Kronologi Menantu di Pagerageung Tasikmalaya Bacok Mertua, Istri, Anak, dan Ipar. Foto: NewsTasikmalaya.com/Denden

Warga Desa Sukadana, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, digemparkan oleh peristiwa pembacokan yang dilakukan seorang pria terhadap anggota keluarganya sendiri.

Disclaimer: Artikel ini mengandung informasi tentang kekerasan fisik atau psikis yang mungkin sensitif bagi sebagian pembaca. Pembaca disarankan untuk bijak dalam menyikapi informasi ini. Jika Anda mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan, segera laporkan ke pihak berwenang atau cari bantuan dari lembaga perlindungan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Warga Desa Sukadana, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, digemparkan oleh peristiwa pembacokan yang dilakukan seorang pria terhadap anggota keluarganya sendiri.

Pelaku yang diduga merupakan menantu korban, secara brutal membacok kedua mertuanya, istri, anak, dan iparnya pada Sabtu (19/7/2025).

Insiden ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat sebagian warga masih dalam suasana tenang pagi hari. Namun ketenangan itu berubah menjadi kepanikan ketika terdengar suara teriakan minta tolong dari rumah korban. 

Warga yang berdatangan menemukan para korban sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di beberapa bagian tubuh.

"Waktu itu saya sedang ngopi, tiba-tiba dengar teriakan. Pas datang ke rumah Pak Omo, saya lihat sudah pada terkapar. Darah di mana-mana," ujar Jaka (75), tetangga korban yang pertama kali mengetahui kejadian.

Korban dalam peristiwa ini terdiri dari:

1. Omo, ayah mertua pelaku, mengalami luka di kepala dan tangan.

2. Istri pelaku, menderita luka parah di bagian leher dan tubuh.

3. Anak pelaku yang masih balita, juga menjadi korban dan saat ini dalam perawatan.

4. Ipar pelaku, menderita luka di bagian kepala.

5. Ibu mertua korban.

Terduga pelaku berinisial A diketahui sempat menginap di rumah korban beberapa hari sebelum kejadian. Menurut informasi dari warga, A dikenal memiliki riwayat gangguan jiwa dan sebelumnya sering merantau ke luar kota.

"Ia memang punya riwayat gangguan kejiwaan. Kadang-kadang suka pulang ke kampung, lalu hilang lagi," tambah Jaka.

Usai melakukan aksi pembacokan, pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Perwira Pengawas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Arif Sholeh, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan tim dari Polsek Pagerageung, Unit Identifikasi, dan Resmob Satreskrim ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.

"Kami menerima laporan adanya penganiayaan berat oleh seseorang yang diduga ODGJ. Korban saat ini ada lima orang, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis," terang Iptu Arif.

Tiga korban dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, satu dirujuk ke RS Prasetya Bunda, dan satu lainnya dirawat di Klinik Suryalaya. 

Polisi masih menyelidiki motif pasti dan mengejar pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

"Kami sudah membentuk tim untuk mengejar pelaku dan mendalami motifnya. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement