Ikuti Kami :

Disarankan:

Kuota Haji Kota Banjar 2026 Menyusut Drastis, Hanya 10 Jemaah yang Akan Berangkat

Kamis, 13 November 2025 | 16:35 WIB
Kuota Haji Kota Banjar 2026 Menyusut Drastis, Hanya 10 Jemaah yang Akan Berangkat
Kuota Haji Kota Banjar 2026 Menyusut Drastis, Hanya 10 Jemaah yang Akan Berangkat.

Kuota haji untuk Kota Banjar, pada tahun 2026 mendatang mengalami penurunan signifikan. Dari ratusan jemaah yang biasa diberangkatkan setiap tahun, kini hanya 10 orang yang dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Kuota haji untuk Kota Banjar, pada tahun 2026 mendatang mengalami penurunan signifikan. Dari ratusan jemaah yang biasa diberangkatkan setiap tahun, kini hanya 10 orang yang dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci.

Penyusutan ini merupakan dampak dari kebijakan penyesuaian masa tunggu (waiting list) yang kini mencapai 26 tahun di wilayah Jawa Barat.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Roidi Farisi, menjelaskan bahwa kuota terbatas tersebut berasal dari calon jemaah yang mendaftar pada tahun 2014. Namun, dari 10 orang yang tercatat, satu di antaranya telah meninggal dunia dan satu lainnya batal berangkat.

“Tahun kemarin kita berangkatkan 220 orang. Untuk 2026 sementara hanya 10 orang, dan ini pun masih dalam proses verifikasi sesuai waiting list di Banjar,” ujar Roidi kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Ia menambahkan, keterbatasan kuota haji ini diperkirakan masih berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Tahun 2027 hanya tersedia 8 orang, tahun 2028 sebanyak 18 orang, dan baru pada 2029 jumlah kuota meningkat menjadi sekitar 100 orang. Padahal, jumlah calon jemaah haji yang sudah terdaftar di Kota Banjar saat ini mencapai sekitar 3.000 orang.

Menurut Roidi, pengurangan kuota tersebut memberikan dampak besar bagi para calon jemaah, terutama dari sisi psikologis. Banyak di antara mereka telah menyiapkan berbagai kebutuhan keberangkatan, mulai dari kelengkapan dokumen, pemeriksaan kesehatan (medical check up), hingga biaya pelunasan haji.

“Tentu berdampak. Kalau uang mungkin bisa dicari, pendidikan manasik bisa diselesaikan, tapi yang agak sulit itu berkaitan dengan psikologi,” katanya.

Untuk menindaklanjuti kondisi ini, Kemenag Kota Banjar berencana melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh calon jemaah yang telah terdaftar. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenag Jawa Barat serta meminta dukungan Wali Kota Banjar agar menyampaikan keberatan resmi kepada Gubernur Jawa Barat.

“Saya sebagai penyelenggara haji sedang koordinasi agar ada perubahan kuota. Paling tidak ada sosialisasi dulu sebelum diambil keputusan,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement