Ikuti Kami :

Disarankan:

Pameran Sakakala di Karangkamulyan Ciamis, Menggali Budaya Sunda Lewat Seni dan Tradisi

Rabu, 24 Desember 2025 | 10:25 WIB
Pameran Sakakala di Karangkamulyan Ciamis, Menggali Budaya Sunda Lewat Seni dan Tradisi
Pameran Sakakala di Karangkamulyan Ciamis, Menggali Budaya Sunda Lewat Seni dan Tradisi. Foto: Febrian L.

Kekayaan budaya dan jejak panjang peradaban Sunda dihadirkan melalui Pameran Foto bertajuk “Sakakala” yang digelar di Pendopo Wretikandayun, Situs Budaya Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis. Pameran ini berlangsung selama sepekan, mulai 23 hingga 29 Desember 2025, dan menjadi magnet tersendiri di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Kekayaan budaya dan jejak panjang peradaban Sunda dihadirkan melalui Pameran Foto bertajuk “Sakakala” yang digelar di Pendopo Wretikandayun, Situs Budaya Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis. Pameran ini berlangsung selama sepekan, mulai 23 hingga 29 Desember 2025, dan menjadi magnet tersendiri di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tak sekadar memamerkan karya visual, kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai pergelaran seni budaya tradisional, seperti atraksi lais, debus, pencak silat, hingga pertunjukan dari Padepokan Apun Pager Gunung Singa Perbangsa Cisaga. Kehadiran seni tradisi tersebut menambah semarak kawasan situs sejarah yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Sunda kuno.

Kurator Pameran Foto Sakakala, Ismar Patrizki, mengatakan pameran ini mengangkat budaya tradisi Sunda dalam cakupan wilayah Jawa Barat, termasuk Banten yang secara historis pernah menjadi bagian dari tanah Sunda.

“Pameran ini berjudul Sakakala, yang menampilkan budaya tradisi Sunda. Sunda dalam arti Jawa Barat, termasuk Banten pada masa lalu,” ujar Ismar, Rabu (24/12/2025).

Sebanyak 101 foto karya pewarta LKBN Antara dipamerkan bersama 27 foto arsip bersejarah milik KITLV Universitas Leiden, Belanda. Foto-foto tersebut merekam ekspresi budaya, tradisi masyarakat, hingga kearifan lokal Sunda dari masa ke masa.

Ismar menjelaskan, pemilihan Ciamis khususnya Situs Karangkamulyan bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki nilai historis yang sangat kuat dalam lintasan sejarah Nusantara.

“Karangkamulyan ini memiliki sejarah yang sangat tua. Dari sini lahir banyak peradaban lain, termasuk kerajaan-kerajaan yang berkembang di Pulau Jawa dan wilayah lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, Pameran Sakakala merupakan bagian dari program distribusi foto jurnalistik yang digelar di enam daerah sepanjang 2025, dengan Ciamis menjadi lokasi penutup.

“Tujuan kegiatan ini adalah edukasi budaya dan tradisi. Banyak tradisi yang berpotensi hilang jika tidak kita rawat bersama,” kata Ismar.

Sementara itu, Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiyana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pameran foto di kawasan Karangkamulyan.

“Pameran foto tempo dulu ini menjadi sarana edukasi bahwa Kabupaten Ciamis memiliki situs sejarah yang peninggalannya masih terawat hingga saat ini,” ujarnya.

Dian menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen mendukung kegiatan pemajuan kebudayaan melalui kolaborasi dengan media, budayawan, dan seniman.

“Peradaban Sunda tidak kalah dengan peradaban dunia. Situs-situs sejarah sejak tahun 1300-an hingga 1500-an, termasuk Kerajaan Galuh, adalah kekayaan yang harus kita lestarikan,” pungkasnya.

Ia berharap pameran ini mampu menarik perhatian masyarakat luas, termasuk para pelintas jalur nasional, untuk mengenal lebih dekat budaya dan sejarah Ciamis yang memiliki sekitar 1.200 situs bersejarah dengan Karangkamulyan sebagai salah satu yang paling strategis dan ikonik.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement