TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pelatihan penjamah makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) se-Priangan Timur digelar di Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, Minggu (30/11/2025). Kegiatan ini diikuti 540 peserta dari 25 mitra SPPG yang bertugas mengelola dapur penyedia makanan bagi program nasional tersebut.
Hadir sebagai narasumber antara lain perwakilan Hakli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Candra; Ketua SPPI Kabupaten Tasikmalaya I Dewa Karisma Yuda; Konsultan MBG Jabar–Jateng R. Ucu Supriatna; serta Ketua Pelaksana H. Teteng.
Konsultan MBG Jabar–Jateng, R. Ucu Supriatna, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari sosialisasi petunjuk teknis (juknis) terbaru program MBG, sekaligus upaya memastikan seluruh dapur mitra memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
"Tujuan yang pertama adalah sosialisasi yah dari juknis terbaru, karena salah satu syaratnya adalah bagaimana supaya program strategi nasional khususnya program MBG ini sesuai dengan standar," ujar Ucu.
Ia menjelaskan, seluruh peserta yang hadir merupakan penjamah makanan dari dapur mitra BGN. Para relawan diwajibkan mengikuti proses sertifikasi agar pelayanan makanan kepada penerima manfaat semakin aman dan higienis.
"Adapun yang kami lakukan pada hari ini adalah melaksanakan pelatihan penjamah makanan. Di mana seluruh peserta penjamah makanan ini, tentunya dari mitra-mitra dapur yang sudah menjadi mitra BGN. Dan tentunya mitra tersebut juga memiliki kewajiban sesuai dengan juknis untuk mengikutsertakan para relawan dalam tahap sertifikasi penjamah makaan. Yang akhirnya menjadi sebuah dapur yang sesuai standar yang telah ditentukan oleh BGN," jelasnya.
Ucu menambahkan, pelaksanaan program di Kabupaten Tasikmalaya berjalan kondusif berkat dukungan pemerintah daerah.
"Jumlah peserta hari ini itu ada 540 peserta dari 25 mitra SPPG. Alhamdulillah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya kondusif. Saya ucapkan terima kasih untuk pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya yang telah mendukung seluruh proses kegiatan yang dilakukan oleh seluruh mitra," katanya.
Terkait standar sanitasi, Ucu menyebutkan bahwa hingga saat ini terdapat 35 dapur yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara sekitar 120 dapur lainnya masih dalam proses pemenuhan standar.
"Untuk sementara ini dapur yang sudah memiliki sertifikat SLHS sementara ini ada 35 dapur. Karena SLHS itu bukan hanya penjamah makanan, ada tentang air, limbah, IPAL dan lain sebagainya. Dan yang sudah selesai semuanya ada 35 dapur dan sisanya barangkali 120 dapur sedang proses, mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai," ungkapnya.
Sementara itu, PIC SPPG Cipatujah 010, H. Supriadi yang akrab diasapa Haji Afry Fauzan menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan penjamah makanan sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan para relawan di lapangan.
"Merasa senang dengan adanya pelatihan penjamah makanan, karena dapat meningkatkan kapasitas para relawan untuk menyukseskan program MBG," ujarnya.
Ia berharap, melalui pelatihan ini para penjamah makanan dapat bekerja lebih hati-hati dan higienis.
"Para relawan bisa lebih berhati-hati dalam menyajikan makanan dan higienis dalam menyiapkan menu," pungkasnya.