Ikuti Kami :

Disarankan:

Penurunan Stunting di Banjar Capai 18,8 Persen, Target 2025 Menuju Zero Stunting

Jumat, 21 November 2025 | 12:38 WIB
Watermark
Penurunan Stunting di Banjar Capai 18,8 Persen, Target 2025 Menuju Zero Stunting. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin

Upaya Pemerintah Kota Banjar dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil menggembirakan. Selama lima tahun terakhir, prevalensi stunting di Kota Banjar berhasil turun dari 23,9 persen pada 2021 menjadi 18,8 persen pada 2024.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Upaya Pemerintah Kota Banjar dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil menggembirakan. Selama lima tahun terakhir, prevalensi stunting di Kota Banjar berhasil turun dari 23,9 persen pada 2021 menjadi 18,8 persen pada 2024.

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, serta berbagai pihak yang peduli terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak.

“Alhamdulillah, terjadi penurunan stunting dari 23,9 persen ke 18,8 persen. Kami fokus pada keluarga yang berpotensi mengalami stunting, mulai dari penyadaran pentingnya hidup sehat, pemenuhan gizi, hingga perbaikan lingkungan,” ujar Sudarsono dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Aula Desa Langensari, Kamis (20/11/2025).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Banjar, Budi Hendrawan, menambahkan bahwa percepatan penurunan stunting dijalankan secara berkesinambungan dengan fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, intervensi dimulai sejak pra-nikah melalui edukasi dan konseling keluarga berencana, dilanjutkan dengan pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pendampingan balita usia 0–2 tahun oleh Tim Pendamping Keluarga.

“Pendampingan dilakukan secara rutin, baik bulanan maupun triwulanan, agar intervensi tepat sasaran. Evaluasi terus kami lakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan angka stunting dapat ditekan lebih jauh,” jelasnya.

Meski survei terbaru tahun 2025 belum dirilis, tren penurunan pada tahun 2024 menjadi dasar optimisme pemerintah. Kota Banjar menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 14 persen pada 2025, dengan harapan tidak ada kasus baru.

“Target kita menuju zero stunting. Tidak ada stunting baru dan angka dapat ditekan hingga 14 persen,” tegas Budi.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, DPPKB bersama kecamatan dan perangkat daerah meluncurkan sejumlah inovasi lokal, di antaranya:

1. Inovasi Tingkat Kecamatan

- Anting Berlian (Atasi Stunting dengan Kepedulian) – Kecamatan Purwaharja

- Gepenk (Gerakan Peduli Septictank) – Kecamatan Langensari

- Ngobras Pancing (Ngobrol Bareng, Santai Penanganan & Pencegahan Stunting) – Kecamatan Pataruman

- Gemar Posting (Gerakan Berikan Makanan Pokok Atasi Stunting) – Kecamatan Banjar

2. Inovasi Tingkat OPD

- Gending Kaasih (Gerakan Edukasi Parenting dan Kecukupan Asupan Gizi Sehat)

- Wajah Kamu Bikin Gemes (Warga Banjar Cegah Kawin Muda – Biang Miskin & Minim Prestasi)

- Terasering dan Baanting (Ternak Ayam Sendiri Sehat – Sejahterakan Lansia & Keluarga Risiko Stunting) (Bantuan Ayam Atasi Stunting)

- Tumis Pedas (Turut Membangun dengan Infak Sukarela – Peduli Atasi Stunting)

- Saling Ngajaga (Sabilulungan Ngawangun Jamban Keluarga)

- Cemerlang (Program peningkatan edukasi kesehatan keluarga)

- Permata Hati (Pendampingan khusus keluarga berisiko tinggi)

Inovasi-inovasi ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang meliputi edukasi gizi, perbaikan sanitasi, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga pencegahan pernikahan usia anak.

Pemerintah Kota Banjar berharap langkah terpadu tersebut dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, sanitasi, dan pola pengasuhan yang sehat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement