Ikuti Kami :

Disarankan:

PMII Kota Tasikmalaya Gelar Mimbar Bebas: Suarakan Hilangnya Ruang Ekspresi dan Demokratisasi

Kamis, 04 September 2025 | 10:25 WIB
PMII Kota Tasikmalaya Gelar Mimbar Bebas: Suarakan Hilangnya Ruang Ekspresi dan Demokratisasi
PMII Kota Tasikmalaya Gelar Mimbar Bebas: Suarakan Hilangnya Ruang Ekspresi dan Demokratisasi. Foto: Istimewa

Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menggelar mimbar bebas bertajuk Tidak Ada Kabar Baik di Indonesia

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menggelar mimbar bebas bertajuk Tidak Ada Kabar Baik di Indonesia, Rabu (3/9/2025).

Aksi yang digelar di Jalan dr. Soekardjo (Dokar) Kecamatan Tawang, diisi dengan orasi bergantian dari para mahasiswa. Mereka menyuarakan kritik, tuntutan, sekaligus mengecam tindakan represif aparat terhadap massa aksi.

Mimbar bebas tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, serta Dandim 0612 Tasikmalaya. Mereka tampak duduk bersama mahasiswa di atas aspal, menyimak aspirasi yang disampaikan.

Ketua PMII Kota Tasikmalaya, Adriana Nugraha, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk sindiran keras terhadap kondisi demokrasi di Indonesia.

“Kenapa kami tidak melakukan aksi di Polres, DPRD, atau Pemkot? Ini sebagai bentuk sarkasme kami, karena ruang berekspresi sudah semakin hilang,” ujarnya.

Adriana juga menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

1. Mengecam tindakan represif aparat dan meminta agar anggota polisi yang melakukan kekerasan ditindak tegas.

2. Mendesak pencabutan RUU TNI.

3. Menuntut pembebasan massa aksi yang ditahan tanpa bukti permulaan yang cukup.

4. Mendorong percepatan pengesahan UU Perampasan Aset.

Menanggapi hal itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi berjanji pihaknya tidak akan melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa yang menyampaikan pendapat.

“Kritik dan saran dari mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja kami ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, menegaskan bahwa pihaknya tidak anti-kritik.

“Aspirasi mahasiswa adalah masukan berharga. Kritik merupakan kontrol agar kami tetap berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement