Ikuti Kami :

Disarankan:

Saluran Air di Pataruman Kota Banjar Ambles, Akses Jalan KIP Terputus

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:18 WIB
Saluran Air di Pataruman Kota Banjar Ambles, Akses Jalan KIP Terputus
Saluran Air di Pataruman Kota Banjar Ambles, Akses Jalan KIP Terputus.

Saluran air di wilayah Lembur Balong, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, ambles hingga sedalam 1,5 meter dan memutus akses Jalan KIP yang biasa digunakan warga. Kondisi ini membuat badan jalan ikut ambles sehingga tidak bisa dilalui kendaraan, menyisakan hanya sekitar 10 sentimeter untuk pejalan kaki.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Saluran air di wilayah Lembur Balong, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, ambles hingga sedalam 1,5 meter dan memutus akses Jalan KIP yang biasa digunakan warga. Kondisi ini membuat badan jalan ikut ambles sehingga tidak bisa dilalui kendaraan, menyisakan hanya sekitar 10 sentimeter untuk pejalan kaki.  

Peristiwa tersebut terjadi tepat di perbatasan Kelurahan Pataruman dan Kelurahan Hegarsari. Menurut informasi yang dihimpun, kerusakan sudah berlangsung sejak sepekan terakhir, dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur Kota Banjar. Jalan KIP sendiri merupakan jalur aktif yang sering dilintasi warga, termasuk anak-anak sekolah. Terputusnya akses membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa mereka mencari jalur alternatif yang lebih jauh.  

Lurah Pataruman, Jaja, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, saluran air di wilayah Lembur Balong RT 01 RW 06 mengalami ambles sekitar satu setengah meter akibat hujan deras,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).  

Ia menambahkan, karena lokasi berada di perbatasan dua kelurahan, penanganan harus dilakukan bersama. “Ini berada di perbatasan Kelurahan Pataruman dan Hegarsari, sehingga perlu penanganan secara bersama-sama agar akses warga bisa kembali normal,” katanya.  

Setelah dilakukan rembugan, pihak kelurahan bersama unsur RT dan RW telah mencapai kesepakatan terkait penanganan awal. Warga pun berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya dalam waktu dekat. 

“Karena di kelurahan tidak ada anggaran, untuk sementara warga sepakat melakukan perbaikan swadaya sambil menunggu langkah lanjutan. Kami dari pihak kelurahan akan terus berkoordinasi agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan aman,” pungkas Jaja.  

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement