Ikuti Kami :

Disarankan:

Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri dan Kesbangpol Perkuat Ketahanan Digital Mahasiswa STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya

Selasa, 10 Maret 2026 | 19:00 WIB
Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri dan Kesbangpol Perkuat Ketahanan Digital Mahasiswa STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya
Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri dan Kesbangpol Perkuat Ketahanan Digital Mahasiswa STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya.

Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar Sosialisasi Kebangsaan dan Penyuluhan Pencegahan Paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar Sosialisasi Kebangsaan dan Penyuluhan Pencegahan Paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sukriya Bakti, STIE Latifah Mubarokiyah, Pondok Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/3/2026).

Mengangkat tema “Keamanan Digital untuk Pencegahan Radikalisasi Online (Privasi, Komunitas Tertutup, Rekrutmen)”, acara ini dihadiri oleh sedikitnya 300 mahasiswa. Fokus utama kegiatan adalah membentengi generasi muda dari infiltrasi ideologi ekstrem yang kini masif menyebar melalui ruang siber.

Kegiatan dibuka dengan khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Tanbih, dan Tawasul khas tradisi Suryalaya. Hadir dalam acara tersebut Rektor STIE Latifah Mubarokiyah, Dr. R. Hozin Abdul Fatah, SE., MP., serta jajaran narasumber dari Kesbangpol Jabar, Peace Generation Indonesia, dan Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri.

Wakil Ketua 1 Bidang Akademik & Kemahasiswaan, Adi Robith Setiana, S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyaring arus informasi global. "Mahasiswa harus melek digital agar tidak terbawa arus negatif. Sinergi dengan Kesbangpol dan aparat keamanan sangat penting demi membangun Jawa Barat yang aman," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, H. Khoirul Naim dari Kesbangpol Jabar mengingatkan bahwa sebagai provinsi dengan penduduk terbesar, Jawa Barat memiliki kerentanan sekaligus potensi besar di dunia digital. "Informasi negatif dapat melahirkan perilaku anarkis. Kita harus mendorong SDM unggul melalui pendidikan karakter sejak dini," jelasnya.

Perwakilan Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri, memaparkan materi mendalam mengenai proses transformasi individu menuju tindakan ekstrem. Ia menjelaskan bahwa terorisme adalah sebuah proses yang bermula dari sikap intoleransi di pikiran, berkembang menjadi radikalisme dalam perilaku, hingga bermuara pada aksi teror.

"Di era digital, kelompok ekstremis menyusup melalui celah-celah yang tidak terduga, seperti game online dan komunitas tertutup di aplikasi pesan singkat (WAG). Mereka menyasar kelompok rentan, terutama remaja yang melakukan pencarian jati diri secara otodidak tanpa bimbingan," ungkap perwakilan Densus 88.

Densus juga menekankan bahwa literasi kritis dan pengawasan keluarga adalah kunci utama menuju Indonesia Emas 2045. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan penguatan wawasan kebangsaan, menumbuhkan sikap moderasi beragama, serta keberanian untuk melapor jika menemukan indikasi penyebaran paham radikal.

Selain materi dari kepolisian, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai arsitektur radikalisasi digital oleh Rektor STIE Latifah Mubarokiyah dan strategi membangun critical thinking (berpikir kritis) oleh Jeremia Bonifasius Manurung dari Peace Generation Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama. Melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai toleransi dan menjadi benteng pertahanan ideologi Pancasila di dunia maya maupun nyata.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement