Jadwal Sholat Hari Ini di Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 18 April 2026
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Disarankan:
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya menggelar razia minuman beralkohol (miras) dan sweeping tempat karaoke yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi, Sabtu (20/9/2025) malam.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya menggelar razia minuman beralkohol (miras) dan sweeping tempat karaoke yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi, Sabtu (20/9/2025) malam.
Razia ini dipimpin langsung oleh Kasi Trantibum Satpol PP Kota Tasikmalaya, Sandi A. Sugih, dengan melibatkan unsur ormas Islam.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita 19 botol miras berbagai merek, terdiri dari 8 botol yang ditemukan di Pasar Pancasila dan 11 botol lainnya dari Jalan BKR.
“Kita berhasil amankan 19 botol miras, 8 dari Pasar Pancasila dan 11 dari Jalan BKR,” ujar Sandi, Minggu (21/9/2025) pagi.
Selain minuman keras, petugas juga mengamankan 15 orang wanita tanpa identitas dari salah satu tempat karaoke di wilayah Kecamatan Kawalu.
“Semua barang bukti miras dan para wanita yang terjaring razia kita bawa ke Kantor Satpol PP untuk diproses sesuai aturan yang berlaku,” jelas Sandi.
Sandi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penegakan aturan serta upaya menjaga ketertiban umum dan kondusivitas Kota Tasikmalaya.
“Satpol PP Kota Tasikmalaya akan terus melakukan kegiatan serupa demi terciptanya keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat,” pungkasnya.
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Jadwal sholat hari ini di Kota Tasikmalaya dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Ratusan umat Islam melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Polsek Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/4/2026). Aksi tersebut dipicu oleh kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang kiai sepuh, Kiai Abdul Yani, di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota salah satu ormas.