Prakiraan Cuaca Kabupaten Ciamis Hari Ini, Senin 20 April 2026
Berikut adalah informasi cuaca terkini untuk wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.
Disarankan:
Tren wisata kuliner berbasis alam kian berkembang di Kabupaten Ciamis. Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Alam Kadu, sebuah kawasan wisata kuliner yang berlokasi di Dusun Cijoho, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku.
CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Tren wisata kuliner berbasis alam kian berkembang di Kabupaten Ciamis. Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Alam Kadu, sebuah kawasan wisata kuliner yang berlokasi di Dusun Cijoho, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku.
Tempat ini menawarkan pengalaman berbeda menyantap nasi liwet dadakan di tengah alam terbuka, ditemani sajian durian saat musim panen.
Pemilik Alam Kadu, H. Aan Targana, menyebut konsep yang diusung sengaja dibuat sederhana dan autentik, jauh dari kesan wisata modern yang serba instan.
“Di sini bukan wisata renang. Tapi saat orang tuanya sedang meliwet, anaknya bisa sambil berenang. Jadi suasananya santai buat keluarga,” ujar Aan saat ditemui di lokasi, Minggu (8/2/2026).
Selain kolam dan waterboom kecil untuk anak-anak, daya tarik utama Alam Kadu terletak pada kuliner khasnya. Pengunjung bisa memesan nasi liwet yang dimasak langsung setelah dipesan, bukan makanan siap saji.
Proses memasak membutuhkan waktu sekitar 22 menit untuk menghasilkan nasi liwet dengan kerak khas dan cita rasa gurih.
“Kalau buru-buru jangan ke sini. Liwet di sini dadakan, harus ada keraknya. Saya tidak mau mengganti menu dengan yang instan,” tegas Aan.
Saat musim durian, pengunjung juga bisa menikmati durian langsung di lokasi. Saat ini tersedia durian jenis Bawor, sementara Musang King tengah habis karena tingginya permintaan.
“Kalau durian memang musiman. Ada yang doyan durian, ada yang enggak. Jadi konsep utamanya tetap liwet, durian itu bonus,” kata Aan.
Di kawasan ini, terdapat sekitar 1.000 pohon durian yang ditanam di lahan seluas lima hektare.
Menu nasi liwet Alam Kadu mengusung cita rasa tempo dulu dengan tambahan ikan bakar bumbu cobek khas 1970-an. Sambal diracik dari tomat, jahe, dan kencur tanpa santan, mengikuti resep tradisional Ciamis.
“Ini resep lama. Dulu ibu saya bikin sambal pakai jahe dan kencur, bukan santan,” ujarnya.
Paket nasi liwet untuk 2–3 orang dibanderol Rp110 ribu, sedangkan paket 4 orang Rp190 ribu, sudah termasuk ikan bakar, tahu, tempe, ikan asin, sambal, dan lalapan.
Tingginya minat pengunjung mendorong pengelola menambah fasilitas penunjang, termasuk area parkir.
“Animonya tinggi, apalagi menjelang munggahan. Makanya kami tambah lahan parkir. Kalau hari Minggu atau libur bisa sampai 500 pengunjung lebih,” ungkap Aan.
Daya tarik Alam Kadu juga menyedot wisatawan dari luar daerah. Dede Ridwan (37), pengunjung asal Tasikmalaya, mengaku tertarik datang setelah melihat konten di media sosial.
“Sebetulnya sudah lama dapat info Alam Kadu ini dari TikTok dan Facebook. Baru hari ini bisa sempat datang langsung,” katanya.
Ia menilai suasana alam menjadi nilai tambah. “Alhamdulillah suasananya nyaman. Bisa makan sambil menikmati alam,” ujarnya.
Dede mengapresiasi konsep serba dadakan yang diusung Alam Kadu. “Saya senang makan ikan yang bukan dari freezer. Di sini semuanya dadakan, ikannya langsung dibakar, rasanya beda dan lebih enak,” ucapnya.
Menurutnya, Alam Kadu cocok menjadi destinasi wisata keluarga yang ingin menikmati kuliner khas Ciamis dengan nuansa alam yang asri.
Dengan konsep tradisional yang dikemas modern, Alam Kadu berpotensi menjadi ikon baru wisata kuliner alam di Ciamis, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.
Berikut adalah informasi cuaca terkini untuk wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Ciamis dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Rancah menunjukkan respons cepat dalam menangani insiden cincin yang tersangkut di jari seorang remaja, Minggu (19/4/2026). Proses evakuasi berhasil dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan luka pada korban.