TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Lagu Bongkar kerap dibawakan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, dalam berbagai acara resmi pemerintahan.
Sebelumnya, Diky tampil membawakan lagu tersebut seusai upacara penurunan Bendera Merah Putih pada HUT ke-80 RI di Alun-Alun Dadaha, 17 Agustus 2025. Terbaru, ia kembali menyanyikannya dalam acara program Provinsi Jawa Barat Nganjang Ka Warga di eks Terminal Cilembang pada 17 Oktober 2025.
Penampilannya yang santai dan akrab dengan masyarakat mendapat beragam tanggapan publik. Banyak warga mengapresiasi gaya kepemimpinan Diky yang dianggap membumi dan humanis, serta menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Namun, sebagian pihak menafsirkan penampilan Diky sebagai bentuk kritik sosial terhadap pemerintah. Lagu Bongkar karya Iwan Fals memang dikenal memiliki lirik dengan pesan moral kuat dan sarat kritik terhadap ketidakadilan serta praktik korupsi.
Menanggapi hal itu, Diky Chandra memberikan klarifikasi. “Itu bukan sindiran, tapi refleksi diri. Lagu Bongkar saya nyanyikan untuk mengingatkan diri sendiri agar membongkar sifat-sifat buruk seperti serakah, malas, hasut, dan penyakit hati lainnya,” ujar Diky saat dikonfirmasi, Jumat (24/10/2025) pagi.
Menurutnya, setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan perlu terus memperbaiki diri. Ia menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk menyindir pihak mana pun, termasuk ASN atau pejabat di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.
“Biarkan saya dan Tuhan yang tahu, bahwa tidak ada niat buruk dalam hal itu. Kalau dari lagu itu muncul kebaikan, Alhamdulillah. Insya Allah sebaik atau seburuk apa pun ASN, semua tergantung pimpinan. Bila ada kekurangan, kita perbaiki bersama,” tegasnya.