TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Puluhan siswa Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah Jamanis, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, mengikuti Seminar Jurnalistik seri penulisan teks editorial yang digelar di salah satu ruang kelas sekolah, Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi serta melatih daya berpikir kritis siswa dalam menyampaikan opini yang berbasis data dan fakta. Melalui seminar tersebut, siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai penulisan teks editorial sebagai salah satu bentuk karya jurnalistik.
Dalam pemaparannya, peserta diajak mengkaji berbagai teks editorial dari media lokal hingga nasional sebagai referensi. Siswa juga diberikan pemahaman tentang cara media massa menyikapi isu-isu aktual secara objektif, kritis, dan berimbang.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan mengikuti setiap sesi materi yang meliputi pengertian teks editorial, struktur penulisan, kaidah kebahasaan, hingga teknik menyusun argumen berdasarkan isu aktual yang berkembang di masyarakat.
Kepala MA Al-Ishlah Jamanis, Ipin Arifin Mansur, mengatakan seminar jurnalistik ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan menulis yang analitis dan bertanggung jawab.
“Kami mendorong siswa agar tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga mampu mengolah isu dan menyampaikannya secara logis serta beretika melalui tulisan editorial,” ujar Ipin, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, pembelajaran teks editorial dapat melatih kepekaan siswa terhadap persoalan sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik di lingkungan sekitar, sekaligus membangun keberanian dalam menyampaikan pendapat secara santun.
“Kemampuan menulis opini berbasis data menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan di era informasi yang serba cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Guru Bahasa Indonesia MA Al-Ishlah Jamanis, Imas Komalasari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII yang diperkuat melalui praktik langsung.
“Dengan mengkaji tajuk rencana dari berbagai media, siswa lebih mudah memahami cara membangun argumen yang runtut, logis, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Pihak sekolah juga menghadirkan praktisi jurnalistik untuk memberikan gambaran nyata mengenai praktik penulisan editorial di media massa. Diharapkan, kegiatan ini dapat memotivasi siswa agar lebih aktif menulis serta meningkatkan kesadaran kritis terhadap isu-isu publik di sekitarnya.
“Ketika materi disampaikan oleh praktisi yang terjun langsung di dunia jurnalistik, siswa lebih cepat menangkap pemaparan dan memahami konteks di lapangan,” pungkas Imas.