TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Turnamen Bola Basket Cyper Cup 2026 antar pelajar se-Kota Tasikmalaya resmi berakhir dengan sukses. Penutupan turnamen dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, di GOR Sukapura Dadaha, pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Turnamen yang diikuti pelajar dari berbagai jenjang pendidikan tersebut berhasil melahirkan para juara di masing-masing kategori. Pada kategori Sekolah Dasar (SD), SD Galunggung keluar sebagai juara pertama putri, sementara SD Joykids meraih juara putra.
Untuk kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP), juara putri diraih oleh SMPN 2 Tasikmalaya, sedangkan kategori putra dimenangkan oleh SMP Parahyangan Mulia. Sementara itu, pada kategori Sekolah Menengah Atas (SMA), juara putri diraih oleh SMAN 5 Tasikmalaya, dan juara putra berhasil diraih oleh SMAN 1 Tasikmalaya.
Berdasarkan perolehan prestasi tersebut, SMAN 1 Tasikmalaya dinobatkan sebagai juara umum dalam Turnamen Bola Basket Cyper Cup 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta, khususnya sekolah-sekolah yang berhasil meraih prestasi.
“Alhamdulillah, setelah beberapa hari lalu dibuka dan hari ini resmi berakhir, saya ucapkan selamat kepada seluruh sekolah dari berbagai tingkatan yang telah berhasil menjadi juara,” ujar Diky.
Pada kesempatan tersebut, Diky juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang berhalangan hadir karena memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Wali Kota Tasikmalaya memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan yang diselenggarakan di Kota Tasikmalaya, khususnya di bidang olahraga.
“Beliau sangat konsen terhadap kegiatan dan event di Kota Tasikmalaya. Olahraga tidak hanya menyegarkan dari sisi prestasi, tetapi juga membawa dampak positif bagi kemajuan Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.
Diky juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melakukan intervensi terhadap kebijakan pembinaan atlet, karena hal tersebut berada dalam kewenangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Pemerintah tidak ikut campur dalam kebijakan pembinaan atlet karena itu berada di bawah KONI,” jelasnya.
Meski begitu, ia optimistis potensi atlet muda di Kota Tasikmalaya sangat besar dan mampu bersaing dengan daerah lain, khususnya di tingkat Jawa Barat.
“Melihat potensi atlet yang ada, saya yakin mereka memiliki harapan besar dan ke depan dapat mengharumkan nama Kota Tasikmalaya,” tegas Diky.
Disinggung mengenai sarana dan prasarana olahraga, khususnya lokasi turnamen, Diky menyebut bahwa anggaran perbaikan fasilitas saat ini masih dalam tahap pembahasan.
“Tahun ini ada alokasi anggaran sekitar Rp500 juta, termasuk untuk gedung kesenian sekitar Rp200 juta. Mudah-mudahan ada tambahan dari pusat atau bisa kembali diusulkan pada perubahan anggaran,” pungkasnya.