TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berdampak langsung kepada masyarakat terus diperkuat. Hal ini tercermin dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Fisik Tahun 2025 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tawang, Kamis (7/8/2025).
Dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, kegiatan ini melibatkan jajaran perangkat daerah, mitra sosial, serta tokoh masyarakat. Salah satu fokus utama adalah peninjauan langsung progres rehabilitasi saluran irigasi Cinutut Blok BKR, sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi genangan air di Jalan H.Z. Mustofa.
Proyek rehabilitasi tersebut mencakup normalisasi saluran irigasi sepanjang 862 meter, dengan kedalaman rata-rata 30-40 cm. Di samping itu, dilakukan juga rekayasa teknis berupa konversi pintu air menjadi bangunan mercu (bendung) untuk mempercepat aliran air dan meminimalisasi risiko banjir saat musim hujan.
Tak hanya pembangunan fisik, Pemkot juga melaksanakan program sosial Tasik Bageur dan Bakul Tasik yang menyentuh langsung kelompok rentan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 orang PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) menerima bantuan secara door to door terdiri dari 3 penyandang disabilitas dan 7 lansia kurang mampu.
Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang berisiko putus sekolah. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah lengkap, seperti seragam, sepatu, tas, buku, dan alat tulis. Harapannya, bantuan ini menjadi penyemangat agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan secara layak dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti kuat sinergi lintas sektor, yang melibatkan:
· Dinas Sosial Kota Tasikmalaya
· Baznas Kota Tasikmalaya
· Bank BJB
· Asia Plaza
· Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)
· serta jajaran kelurahan, kecamatan, RT/RW, TKSK, PSM, dan Tagana.
Wali Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Program ini merupakan bagian dari percepatan tujuh program prioritas kami: Tasik Nyaman dan Tasik Pintar. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan fisik dan sosial berjalan seiring. Kota yang nyaman adalah kota yang saling peduli. Kota yang pintar adalah kota yang tumbuh bersama warganya,” tegas Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan terus dipantau secara langsung, baik dari segi efektivitas teknis maupun manfaat sosialnya. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus menguatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.