TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pasca-tragedi hanyutnya seorang bocah berusia 6 tahun di saluran air Selokan Kampung Cibaregbeg, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, sejumlah pihak bergerak cepat melakukan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembangunan benteng pengaman di sekitar lokasi kejadian. Pantauan di lapangan pada Rabu (7/1/2026) pagi, warga dari dua RW setempat tampak bergotong royong membangun benteng di sisi kiri dan kanan selokan.
Berdasarkan keterangan warga, pembangunan benteng tersebut telah dimulai sejak Selasa (6/1/2026). Benteng yang dibangun memiliki panjang sekitar 15 meter dengan ketinggian kurang lebih 90 sentimeter.
“Mulai dikerjakan dari kemarin. Panjangnya sekitar 15 meter, dengan tinggi kurang lebih 90 sentimeter,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Sebelumnya, Lurah Tugujaya Yanti Irma Damayanti menjelaskan bahwa pembangunan benteng tersebut merupakan langkah antisipatif untuk meningkatkan keselamatan warga, khususnya anak-anak.
“Memang dibutuhkan penanda dan penghalang di lokasi tersebut karena di situ terdapat selokan. Benteng ini dibangun agar warga yang melintas lebih aman,” kata Yanti, Selasa (6/1/2026).
Diberitakan sebelumnya, seorang bocah bernama Zaidan (6) dilaporkan hilang setelah jajan ke warung bersama kakaknya di wilayah Kampung Cibaregbeg pada Jumat (2/1/2026). Diduga korban hanyut saat hujan deras mengguyur Kota Tasikmalaya.
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (4/1/2026) di Sungai Cikalang, Kampung Cicurug Ojo, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.