TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Belasan warga Kota Tasikmalaya mendatangi posko pengaduan yang didirikan PT Pertamina (Persero) di SPBU 34.46109 Jalan Perintis Kemerdekaan, Padayungan, usai insiden bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang tercampur air viral di media sosial.
Para warga datang untuk melaporkan kerusakan pada sepeda motor mereka yang diduga disebabkan oleh penggunaan BBM tersebut. Beberapa di antaranya bahkan membawa bukti berupa botol berisi campuran BBM dan air, serta nota pembelian dari SPBU setempat.
“Kalau posko memang sudah kami buka dan sudah ada spanduknya. Sekitar sepuluh orang sudah datang melapor sejak kejadian, sambil membawa bukti dan nota pembelian,” ujar seorang pegawai SPBU 34.46109 yang enggan disebutkan namanya, Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan, pihak SPBU telah memberikan ganti rugi kepada warga yang kendaraannya mengalami kerusakan.
“Ganti ruginya langsung kami berikan dalam bentuk uang sesuai nilai pembelian,” katanya.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pengendara motor mengeluhkan kendaraannya mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU tersebut. Dalam rekaman itu, terlihat botol berisi cairan bening yang diduga air hasil kurasan dari tangki bahan bakar motor.
Menanggapi hal ini, pada Senin (3/11/2025), tim Pertamina Tasikmalaya bersama Satuan Tipidter Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota serta UPT Metrologi Legal Dinas KUMKM Perindag melakukan pemeriksaan langsung di SPBU tersebut.
Sales Brand Manager Pertamina wilayah Tasikmalaya–Pangandaran, Faizal Fahd, membenarkan bahwa hasil pemeriksaan menemukan adanya campuran air dalam tangki penyimpanan Pertalite di SPBU tersebut.
“Kami melakukan penutupan sementara penyaluran Pertalite di jalur motor ini, menindaklanjuti keluhan warga, serta membuka posko aduan untuk masyarakat,” ujar Faizal kepada wartawan.
Faizal menjelaskan, insiden tersebut terjadi karena malfungsi sistem penyimpanan akibat hujan deras pada Sabtu malam.
“SPBU ini mengalami malfungsi pada bagian penyimpanan. Setelah dicek, benar ada campuran air di tangki Pertalite,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perbedaan instalasi pipa antara dispenser roda dua dan roda empat menyebabkan hanya jalur motor yang terdampak.
“Instalasi ke pompa untuk motor dan mobil memang berbeda, sehingga yang tercampur hanya di jalur motor,” jelasnya.
Pertamina, lanjut Faizal, membuka posko pengaduan di SPBU Perintis untuk menampung laporan masyarakat yang merasa dirugikan.
“Bagi konsumen yang sempat mengisi Pertalite di SPBU Perintis bisa langsung datang ke posko pengaduan. Biaya kerusakan yang timbul akan kami ganti sepenuhnya,” terangnya.
Faizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.
“Kami dari Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen dan berkomitmen memperbaiki sistem agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.