Ikuti Kami :

Disarankan:

Rencana Sekolah Rakyat Tempati SKB Dibatalkan, Pemkot Tasikmalaya Cari Lokasi Baru

Selasa, 15 Juli 2025 | 15:31 WIB
Rencana Sekolah Rakyat Tempati SKB Dibatalkan, Pemkot Tasikmalaya Cari Lokasi Baru
Rencana Sekolah Rakyat Tempati SKB Dibatalkan, Pemkot Tasikmalaya Cari Lokasi Baru. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Rencana pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan semula akan menggunakan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Tasikmalaya dipastikan batal. Pemerintah Kota Tasikmalaya kini tengah mencari lokasi alternatif yang dinilai lebih memadai.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Rencana pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan semula akan menggunakan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Tasikmalaya dipastikan batal. Pemerintah Kota Tasikmalaya kini tengah mencari lokasi alternatif yang dinilai lebih memadai.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah. Ia menyebut, lokasi SKB yang berada di Jalan R.E Martadinata, Kecamatan Cipedes, terlalu sempit dan masih aktif digunakan untuk kegiatan pendidikan.

"SKB itu terlalu sempit, tapi SKB itu aktif, ada muridnya, malah ada PAUD dua kelas. Makanya pindah ke Pasundan," ujar Asep saat ditemui di ruangannya, Senin (14/7/2025) pagi.

Alternatif lokasi yang kini dipertimbangkan untuk SR adalah gedung Pasundan 1 di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Tawang. Menurut Asep, pihaknya sudah melakukan koordinasi awal dengan yayasan yang menaungi Pasundan.

"Sudah koordinasi dan direncanakan akan melakukan pertemuan dengan pemilik dan sekretaris yayasan, yang diharapkan dapat menyetujui usulan tersebut," jelasnya.

Selain Pasundan, Pemkot juga tengah mempertimbangkan opsi lokasi lain, yakni di area Terminal Indihiang. Namun, hal ini masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Untuk lokasi lahan SR mau ditambah karena kurang luas, dan ada opsi lain ke Terminal Indihiang. Mau koordinasi dengan Kemenhub dulu kalau itu disetujui," tambah Asep.

Ia menegaskan, sementara ini SR tidak akan menempati SKB. Sebagai alternatif, Pasundan dinilai cukup representatif karena memiliki sarana asrama untuk siswa putra dan putri.

"Iya, sementara tidak di SKB, karena ada 21 kelas di Pasundan, asrama, putra-putri di situ juga semua. Total ada 150 orang, putra-putri semua kebutuhan ditanggung oleh Kemensos," ungkap Asep.

SR sendiri ditujukan bagi masyarakat dari kelompok kurang mampu, khususnya dari desil 1, 2, dan 3. "Mudah-mudahan tetap di Bungursari, tapi ada opsi ke Terminal Indihiang, tinggal koordinasi dengan Kemenhub," lanjutnya.

Sementara itu, pihak sekolah Pasundan 1 saat dikonfirmasi di lokasi pada Selasa (15/7/2025) pagi membenarkan adanya kunjungan dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Namun, mereka belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut karena masih menunggu keputusan dari yayasan terkait izin penggunaan fasilitas sekolah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement