CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Upaya menuju pertanian sehat dan berkelanjutan terus digalakkan di Kabupaten Ciamis. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB) yang digelar di Aula Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Selasa (15/7/2025).
Acara ini dihadiri oleh jajaran Dinas Pertanian Ciamis, seperti Kabid Penyuluhan Novi, Kabid Tanaman Pangan Lia, serta perwakilan dari BPP Cihaurbeuti, Sandi. Hadir pula Ir. H. Kuswara Suwarman dari Gerakan Amaliah Ciamis Cinta Organik Sejahtera (GACCOS).
Peserta kegiatan terdiri dari para kepala desa, perangkat desa, serta ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kecamatan Cihaurbeuti.
Kepala Desa Cijulang Endang Hidayat yang hadir sebagai peserta mengatakan sosialisasi ini membuka wawasan pentingnya pola tanam ramah lingkungan.
“Kegiatan ini menambah wawasan betapa pentingnya mengelola sawah dengan cara menanam padi organik,” ujar Endang.
Tujuan utama sosialisasi ini adalah memperluas cakupan areal pertanian organik di seluruh desa di Cihaurbeuti. Jika setiap desa dapat mengalokasikan satu hektare lahan untuk padi organik, maka total luasan bisa mencapai 11 hektare. Ditambah dengan Desa Cijulang yang sudah memiliki sertifikat dari INOFIS seluas 12 hektare, totalnya bisa mencapai 23 hektare.
Endang berharap desa-desa di Cihaurbeuti dapat menyelaraskan program ini dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026.
“Harapannya, dalam RKPDes 2026 yang dibahas antara Juli hingga September, ada alokasi anggaran untuk mendukung program padi organik sebagai bagian dari ketahanan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber dalam sosialisasi ini adalah Prof. H. Alik Sutaryat, seorang ahli pertanian organik yang memberikan pemaparan mengenai manfaat, teknis penanaman, dan potensi ekonomi dari beras organik.
Dengan semangat kolaborasi antar pemangku kepentingan, Kecamatan Cihaurbeuti menargetkan diri sebagai pionir dan garda terdepan dalam pengembangan beras organik berkualitas tinggi di Kabupaten Ciamis.